Penambang Batu Tulungagung Tewas Tertimpa Longsor

19 November 2020 - 00:45 WIB
Tempat penambangan batu yang memakan korban jiwa

TULUNGAGUNG, (SurabayaPost.id) – Nasib naas dialami penambang batu tradisional di kawasan hutan Desa Keboireng Kecamatan Besuki. Bagaimana tidak, saat melakukan penggalian batu, korban tertimpa tanah bebatuan akibat longsor. 

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto melalui Paur Humas Iptu Nenny Sasongko mengatakan, terjadi tanah longsor di kawasan hutan Desa Keboireng. 

“Akibat dari kejadian itu, seorang penambang batu tradisional meninggal dunia. Dia tertimbun tanah bebatuan,” ujarnya Rabu (18/11/2020). 

Setelah dilakukan olah TKP, korban diketahui bernama Suyut (55). Dia  berasal dari Desa Besole Kecamatan Besuki. 

Petugas saat melakukan evakuasi terhadap korban longsor

Berdasar keterangan saksi yang bernama Nanang (37) asal Dusun Tumpuk Desa Besuki, pada pukul 13.00 Wib ia mendengar suara gemuruh dari atas tebing. 

“Pada saat itu, saksi sedang mencari rumput disekitar lokasi, karena penasaran ada suara gemuruh dari atas tebing maka ia mendekati asal suara tersebut,” terang Iptu Nenny. 

Kemudian, saksi menemukan ada bekal makanan serta sepeda motor di dekat gundukan tanah bebatuan.  “Karena curiga, saksi mengajak temannya yang bernama Nolik untuk melapor ke Polsek Besuki” jelasnya. 

Polisi pun bergegas datang ke TKP serta meminta bantuan Tim SAR guna dilakukan evakuasi. Dalam hal ini, 1 Alat berat diterjunkan guna menemukan jasad korban. 

Alhasil, pukul 20.30 Wib, jenazah korban dapat ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.  “Hasil otopsi dari petugas medis, tidak ditemukan tanda penganiayaan” pungkasnya. (Zainul Fuad)