Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Pemkab Malang Bakal Manfaatkan Sungai Lesti

17 September 2020 - 17:01 WIB
Bupati Malang HM Sanusi (Baju Korpri) didampingi Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan saat meninjau sungai Lesti.

MALANG (SurabayaPost.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, memastikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang memanfaatkan air permukaan sungai Lesti. Pemanfaatan tersebut akan dimulai tahun 2021 mendatang.

Untuk itu, Bupati Malang HM Sanusi, didampingi Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung sungai Lesti. Khususnya tempat yang akan dijadikan pembangunan SPAM.

Di kesempatan tersebut, Bupati Malang HM Sanusi, menyampaikan pembangunan SPAM ini di nilai penting untuk mengatasi masalah kekeringan di wilayah Malang Selatan.

“Hari ini dilakukan sosialisasi dan konsultasi Publik tentang pembangunan SPAM ini yang akan digunakan untuk 6 kecamatan di wilayah Malang Selatan,” ungkap Sanusi, saat membuka Sosialisasi dan Konsultasi pembangunan SPAM, di Balai Desa Rejoyoso, Bantur, Kamis (17/9/2020).

Sebab, lanjut Sanusi, sumber daya air mempunyai peran penting bagi kehidupan dan penghidupan manusia. Untuk itu, Pemkab Malang menggelar sosialisasi dan konsultasi SPAM ini agar tidak muncul persoalan yang menimbulkan sumber konflik di masa yang akan datang.

“Pengelolaan sumber daya air ini perlu diarahkan untuk mewujudkan keterpaduan yang harmonis antar wilayah, antar sektor, dan antar generasi. Karena air bukan hanya dimanfaatkan oleh kita saat ini, tapi juga oleh anak cucu generasi penerus selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi mengatakan, untuk memanfaatkan air permukaan atau Sungai Lesti ini, dirinya telah melakukan survei terlebih dahulu untuk pemanfaatannya, dan diproyeksikan dapat mengatasi masalah kekeringan yang kerap melanda enam kecamatan di Kabupaten Malang, yaitu, Kecamatan Bantur, Pagak, Donomulyo, Subermanjing Wetan, Gedangan dan Kalipare.

“Kami telah melakukan kajian dan survey, ada 50 ribu yang berminat menjadi pelanggan untuk bisa memanfaatkan SPAM ini,” katanya.

Untuk itu, lanjut Syamsul, dirinya setelah kami koordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) untuk mengambil dari aliran sungai lesti dengan kapasitas 500 liter per detik agar dapat memenuhi kebutuhan air 50 ribu pelanggan.

“Karena wewenangnya ada di PJT dan BBWSB, maka kami berkoordinasi dengan mereka, dan kami direkomendasikan untuk bisa mengambil sampai 1.000 liter per detik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pengerjaan pembangunan SPAM tersebut akan dimulai tahun 2021 mendatang, dan rencananya akan dikerjakan selama dua tahun. Untuk target dioperasikan pada 2023 mendatang. Sumbernya, kebutuhan air baku ini akan memanfaatkan aliran sungai lesti. (lil)