PWI Bersama NK Cafe dan Pemkab Malang, Sosialisasikan Pembayaran Digital QRIS

4 April 2022 - 04:06 WIB
Bupati Malang, HM Sanusi dan Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara, saat mengunjungi stand salah satu pengurus PWI di Pasar Ramadhan di halaman NK Cafe
Bupati Malang, HM Sanusi dan Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara, saat mengunjungi stand salah satu pengurus PWI di Pasar Ramadhan di halaman NK Cafe

MALANG (SurabayaPost.id) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya bersama NK Cafe dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, mensosialisasikan pembayaran melalui digital Quick Response Code Indonesian Standard (Qris).

Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan di Pasar Berkah Ramadhan di halaman NK Cafe di Desa Ampeldento Kecamatan Karangploso
yang dibuka oleh Bupati Malang, HM Sanusi, Minggu (3/4//2022).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Malang, HM Sanusi berharap agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk bertransaksi dengan metode digital, untuk itu Pemkab Malang mendorong agar semua pihak mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) masing-masing bisa berkreasi dan memulainya.

“Sehingga nanti ke depan, pakai uang digital itu sudah menjadi kebutuhan. Supaya orang tidak repot membawa uang cash,” ucap Sanusi, saat ditemui awak media, usai meninjau stand Pasar Berkah Ramadhan, di halaman parkir NK Cafe, Desa Ampeldento Kecamatan Karangploso, Minggu (3/4/2022).

Selain itu, lanjut Sanusi, setiap Pemerintah Desa (Pemdes) bisa memanfaatkan momen Bulan Ramadan untuk mengungkit perekonomian masyarakat di wilayahnya masing-masing, dan diharapkan bisa menggunakan program pembayaran melalui QRIS.

“Jadi itu memang jadi programnya Bank Indonesia kepada semua Bank untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Kami hanya mendukung program itu,” tegasnya.

Stand Nunung, salah satu pengurus PWI Malang Raya di Pasar Ramadhan NK Cafe
Stand Nunung, salah satu pengurus PWI Malang Raya di Pasar Ramadhan NK Cafe

Terlebih, tambah Sanusi, dengan adanya Pasar Ramadan yang ada di Desa Ampeldento Kecamatan Karangploso, tepatnya ditempatkan di halaman parkir NK Cafe ini setidaknya bisa dimanfaatkan untuk upaya pemerataan ekonomi, karena sudah menjadi euforia masyarakat Indonesia saat Bulan Ramadan untuk berburu Takjil atau menu buka puasa.

“Jadi yang butuh makan (buka puasa) bisa datang ke Pasar Takjil, dan yang punya usaha, bisa berjualan disini. Jadi nanti asa pemerataan ekonomi di daerah yang kreatif seperti ini di desa,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya Pemkab Malang dalam mengungkit perekonomian masyarakat, dan mensosialisasikan Qris.

“PWI Malang Raya memberi peluang bagi anggotanya yang berkeinginan untuk mengembangkan usahanya, dan ikut mensosialisasikan Qris,” katanya.

Sebab, lanjut Cahyono, di Pasar Ramadan di NK Cafe ini, juga ada anggota PWI Malang Raya yang ingin mengembangkan usahanya untuk mengembangkan usaha mereka.

“Disini (Pasar Ramadan) ada anggota PWI Malang Raya yang ingin mengembangkan usahanya. Ini juga bagian dari upaya kami untuk mendukung program pemerintah. Jadi selain menjalankan fungsinya sebagai seorang pewarta, juga sembari mengembangkan usahanya,” tandasnya

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara mengatakan, metode pembayaran menggunakan QRIS disosialisasikan dan di terapkan jika Pasar Berkah Ramadan dinilai akan lebih mempermudah masyarakat, dan akan berpengaruh pendapatan di sektor pajak.

“Kalau disini (Pasar Ramadan) mungkin pajaknya berarti pajak restoran. Tapi paling tidak dari sini kan kita bisa mulai turut mensosialisasikan kepada masyarakat. Karena ke depan bisa kita lakukan ke hotel atau restoran,” terang Made.

Akan tetapi, lanjut Made, untuk menerapkan metode pembayaran secara utuh, masih membutuhkan waktu, karena perlu membiasakan masyarakat dari pembayaran konvensional menggunakan uang cash, beralih menjadi pembayaran melalui metode digital.

“Minimal kan bisa untuk mencegah beredarnya uang palsu,” pungkasnya. (lil)