Rangkul Pemuda, Pemdes Beji Buka Warung Kopi Sembada

8 March 2020 - 15:01 WIB
Kades Beji Deny Cahyono di kedai Kopi Sembada

BATU (surabayapost.id ) – Untuk menggerakkan perekonomian desa, Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu melakukan terobosan baru. Pemdes Beji membuka kedai kopi Sembada.

Kepala Desa Beji Deny Cahyono, Minggu (8/3/2020) mengakui hal itu. Dia menjelaskan jika Sembada itu merupakan singkatan dari Sentra Ekonomi Masyarakat dan Balai Pemuda.

“Lokasi Sembada itu di Kantor Desa Beji, Jalan Ir. Soekarno, “Sembada itu berada di naungan Bundes yang dikelola Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Beji,” jelas dia.

Menurut Cahyono warung kopi Sembada bertujuan untuk menggerakkan perekonomian desa. “Terutama bagi anak muda agar lebih aktif dan kreatif memanfaatkan potensi yang ada di Desa Beji,” kata Deny).

Diakui dia bila Sembada tersebut baru beroperasi. Menurut Deny tujuannya utamanya ingin merangkul anak muda yang aktif dan kreatif.

“Mereka agar belajar menjadi seorang entrepreneur kedepannya.Dengan adanya Sembada, Pemdes juga ingin anak-anak muda yang tergabung dalam karang taruna desa memiliki kegiatan yang berkelanjutan. Mengingat selama ini karang taruna hanya aktif di setiap kali ada kegiatan musiman,” terangnya.

Dengan begitu, kanjut dia, Pemdes Beji ingin anak-anak aktif dan berpartisipasi di kantor desa. Harapannya agar mereka mengenal lebih banyak kegiatan yang dilakukan desa.

” Sehingga anak muda pergi ke kantor desa tidak hanya mengurus surat SKCK atau surat nikah saja serta surat kebutuhan yang lainnya.Intinya kami ingin anak-anak muda aktif dan berkreasi di Sembada. Selain beragam jenis kopi yang disajikan, di Sembada juga memasarkan produk olah tempe yang menjadi khas Desa Beji,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Beji, Ahmad Dwi mengaku jika saat ini menu yang ditawarkan Sembada masih terbatas.Meski begitu, menurut dia, sudah beragam menu – menu yang siap saji. Dan disebutkannya, racikan beragam jenis kopi dan produk olahan dari tempe seperti pia dan stik tempe.

“Saat ini menu yang ditawarkan masih terbatas. Kedepan kami akan menambah varian produk kopi lokal dari desa/kelurahan yang ada di Kota Batu. Serta tak menutup kemungkinan akan menampung produk UMKM di Kota Batu,” tegasnya.

Sedangkan untuk harga, tegas dia, pengunjung cukup merogoh kantong mulai dari Rp 6-12 ribu per gelasnya. Baik untuk hot coffee dan ice coffee.

“Dalam waktu dekat, Pemerintah Desa Beji juga bakal meresmikan tempat nongkrong di Dusun Jamberejo yang dikelola oleh Bumdes,” pungkasnya (Gus)