Kapolres Batu Ajak Bersilaturahmi Semua Elemen Masyarakat 

28 September 2019 - 17:05 WIB
Kapolres Batu, Harviadhi Agung Pratama, bersama PresDir , JSI ,Adeng , baju hitam  ada bendera merah putihnya

BATU (Surabayapost.id) – Ingin kehadirannya sebagai pucuk pimpinan di Polres Batu bisa bermanfaat bagi semua pihak, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama, menggelar silaturahmi bersama beberapa para tokoh aktivis mahasiswa Malang Raya. Silaturahmi itu digelar  di Rumah Makan Wareg, Kota Batu, Jumat (27/9/2019) malam. 

Hadir di acara tersebut Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia HMI Malang Raya dan Ketua Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang Raya. Selain itu, Presiden Direktur Jaringan Satu Indonesia (JSI) dan beberapa aliansi yang lain. 

Menurut Presiden Direktur JSI Abdul Qodir alias Adeng, dalam pertemuan silaturahmi itu, diakui, itu bagian dari, pertemuan awal dalam menjalin koordinasi dengan hadirnya Kapolres Batu yang baru itu,setidaknya Kota Batu tetap kondusif seperti didaerah yang lain.

“Dengan aksinya para Mahasiswa yang tersiarnya kabar bertambahnya korban nyawa di Kota Kendari, mendiang Himawan Randy dan Yusuf  Kardawi yang merupakan mahasiswa dari Universitas Haluoleo, setidaknya itu membuat rasa keprihatinan dari kami,” kata Adeng.

“Kota Batu hingga saat ini tetap  kondusif, dan kami rasa aksi kami sudah cukup dan semua sudah tersampaikan aspirasinya itu semua,” ngakunya. 

Karena dengan adanya aksi besar dari mahasiswa, maka Adeng meyakini bakal semakin besar pula di potensi oleh pihak tertentu ,untuk menunggangi aksi – aksi rekan – rekan kami.Dengan begitu, Adeng meyakini pula Kota Wisata Batu dipastikan tidak bakal  terjadi aksi – aksi dalam skala besar, alasannya.

“Kami telah menghimbau pergerakan-pergerakan mahasiswa untuk tidak terpancing emosinya dan terprovokasi.Terlebih mahasiswa sendiri merupakan hati dan akal dari masyarakat, maka mereka harus berpikir selayaknya mahasiswa. Dengan daya nalar yang tinggi, daya kritis yang tinggi, dan rasa sosialis yang tinggi,” tandasnya.

Lantas tandas dia, diibaratkan sebagus apapun lagu, kalau dinyanyikan berulang ulang, maka diyakini akan membosankan dan bakal diabaikan. Begitu pula, sejelek apapun syair lagu, kalau nada dan intonasinya tetap, maka menurut dia, akan tetap indah, sehingga. 

“Seperti itulah demonstrasi.Dan yang perlu diingat, dengan kondusifitasnya Kota Batu, setidaknya bakal menjadi contoh sebagai Kota damai di Malang Raya.Ketika di Kota Malang terjadi kericuhan sehingga keseimbangan kehidupan daerah tetap terjaga, salah satunya di Kota Batu,” puji Adeng yang diamini para aktivis lainnya.

Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, mengaku sangat mengapresiasi dari pola pikir para aktivis di Malang Raya.

“Mereka bisa menjaga keseimbangan, itulah kedamaian yang bisa terus terjadi. Maka kami sebagai Kapolres Batu, dalam tugas kami,sangat berharap bisa bermanfaat bagi semua lapisan di Malang Raya, khususnya di Kota Batu ini,” harapnya.

Untuk itu, Harviadhi Agung Pratama, mengaku tidak akan melarang dengan adanya aksi – aksi dari para Mahasiswa,yang penting kata dia,  dilakukan dengan baik dan benar serta dengan izin yang legal, bahkan yang sangat menyedihkan.

“Dengan beredarnya kabar bertambahnya korban di Kota Kendari, tentu kami turut berbela sungkawa dan berharap besar, di Malang Raya tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya (Gus).