Rayakan Imlek 2023, Malang Town Square Disulap Jadi Kampoeng China

20 January 2023 - 23:29 WIB
Walikota Malang H Sutiaji bersama Ketua Penggerak TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji
Walikota Malang H Sutiaji bersama Ketua Penggerak TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Rayakan Imlek 2023 di Kota Malang, Malang Town Square (Matos) disulap menjadi Kampoeng China. Beragam kuliner dan budaya dari Negeri Tirai Bambu dihadirkan di acara Kampoeng China yang diadakan di Matos pada 18-24 Januari 2023 itu.

“Sebenarnya kita enggak konsen buat ngadain Kampoeng China, tapi karena keputusan dari Matos untuk bikin event. Bisa kita lihat sekalian ya, Matos kalau bikin event itu niat banget dari segi dekorasi, penyajian, dan lain-lain,” ujar Direktur Matos, Fifi Trisjanti, Jumat (20/1/2023).

Fifi melanjutkan, Kampoeng China diharapkan dapat menjadi kegiatan yang sarat akan nilai-nilai kesatuan.

Walikota Malang, H Sutiaji dalam kegiatan Kampoeng China Festival
Walikota Malang, H Sutiaji dalam kegiatan Kampoeng China Festival

“Ini bukti kebersamaan kita, bahwa kita tidak terpecah-pecah. Ini kita anggap sebuah budaya, bagaimana kita mengemas semua seperti jadi satu, tidak lagi membeda-bedakan, karena itu Tuhan yang menciptakan. Kita harus syukuri, berterima kasih, bagaimana membuat semuanya kota bersatu,” tuturnya.

Sejumlah pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang turut hadir dalam event ini. Di antaranya ada Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, Wakil Wali (Wawali) Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, hingga Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sutiaji menuturkan, bahwa Kota Malang sudah lama memiliki Jalan Pecinan yang menunjukkan keberagaman di Kota Malang.

Walikota Malang H Sutiaji memberikan sambutan
Walikota Malang H Sutiaji memberikan sambutan

“Saya kira ini (Kampoeng China) menjadi salah satu bentuk yang menunjukkan keberagaman sesungguhnya dari Indonesia, dan sebetulnya kita juga sudah ada Jalan Pecinan. Di tahun sebelumnya pernah ada gagasan Kampung Arab dan Kampung Pecinan dihidupkan lagi,” ujar Sutiaji.

“Insyaallah jadi dikembangkan (Jalan Pecinan). Kalau tahun ini saya belum tahu konkretnya, tapi insyaallah akan terus kita poles dan kembangkan. Kita jangan melihat hanya dari satu sisi, tapi ketika nanti ada daya tarik orang datang ke kita, dengan keramahan kita maka akan membawa pertumbuhan ekonomi kita semakin kuat. Kalau pertumbuhan ekonomi kuat, maka pendapatan daerah kita akan kuat. Hasilnya, akan dikembalikan lagi untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)