Rumah Bersubsidi yang Dibangun Developer Omah Perdana Laris Manis

10 August 2021 - 22:20 WIB
Rumah bersubsidi yang dibangun Developer Omah Perdana di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

MALANG (SurabayaPost.id) – Ekonomi Indonesia masih terpuruk karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Meski begitu, rumah bersubsidi yang dibangun Developer Omah Perdana laris manis. 

Maklum, selain bangunan berkualitas, fasilitas utilitasnya cukup menggiurkan. Sebab air tersedia sangat bagus. Bahkan akses jalan dalam perumahan cukup lebar, 6 meter dengan sistem one gate way.

Rumah bersubsidi tersebut dibangun di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Owner Omah Perdana, Joni Sujadmiko mengaku membangun  148 unit rumah di kawasan tersebut. 

“Semua rumah bersubsidi itu dibangun untuk masyarakat berpikir rendah (MBR). Sebab disubsidi pemerintah,” ungkap Joni Sujadmiko, Selasa (10/8/2021).

Dijelaskan JONI Sujadmiko yang juga Pembina PWI Malang Raya ini bila dari 148 rumah  itu sudah terjual 94 unit. Sehingga  kini tersisa sebanyak  54 unit rumah.

Rumah bersubsidi yang sedang dibangun Developer Omah Perdana

Dia sangat optimistis rumah bersubsidi itu bakal segera habis terjual. Sebab, rumah dengan luas tanah 60 meter persegi (m2) itu hanya dihargai Rp 150.500.000. 

Harga rumah sebesar itu, menurut Joni Sujadmiko yang juga owner Nendhes Kombet (NK) Cafe ini yang menentukan adalah pemerintah.  Sebab, rumah bersubsidi itu diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/PRT/M/2019 tentang Kemudahan dan Bantuan Pemilikan Rumah Bagi MBR. 

“Makanya, luas tanah dan harga diatur dalam peraturan menteri tersebut. Sedangkan kami  hanya menyediakan lahannya saja,” tutur pria yang bakal membangun Smart Village di kawasan Ampeldento, Kecamatan Karangploso ini. 

Menurut pria yang akrab disapa Joni ini, harga rumah bersubsidi tersebut berdasarkan usaha atau bisnis sangat mepet. Namun, dia tetap membangun karena ingin membantu MBR yang ingin punya rumah di wilayah Kabupaten Malang. 

Meski begitu dia tidak mengelak jika ada beberapa unit rumah yang dibangun luas tanahnya lebih dari 60 M2. Sehingga rumah tersebut tidak masuk kategori rumah bersubsidi. 

Bersubsidi ini tinggal dipilih karena sudah siap dihuni.

Alasannya, karena sesuai aturan rumah bersubsidi itu luasnya 60 M2. Jika luasnya lebih dari itu, kata dia, harganya beda. “Tapi jumlahnya sangat terbatas,” katanya. 

Untuk mendapatkan rumah bersubsidi itu, kata Joni sangat mudah. Sebab, bisa tunai atau kredit melalui KPR (kredit perumahan rakyat) yang difasilitasi bank penjamin.

Dia juga mengaku bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya. Kerja sama itu  untuk memfasilitasi agar teman-teman wartawan di Malang ini bisa memiliki rumah bersubsidi. 

Dia juga mengaku  siap membantu proses kepemilikan rumah bersubsidi itu. Termasuk untuk mendapatkan bank penjamin. 

Dijelaskan dia bila  saat ini ada 12 unit rumah ready stok atau siap dihuni. Selain itu di area Omah Perdana juga dibangun toko untuk usaha sebanyak 14 unit, yang sudah terjual 8 unit. “Ya tinggal pilih mana yang diminati,” pungkasnya. (@ji)