Sambut HUT, Kop Sae Pujon Minta Doa Anak Yatim dan Kaum Dhuafa 

30 October 2019 - 20:36 WIB
Anak yatim piatu dan kaum Dhuafa yang dimintai doa untuk berkembangnya Kop Sae Pujon

MALANG ( Surabayapost.id ) – Ingin terus semakin maju, Koperasi Sae (Kop Sae ) Pujon, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, minta doa ratusan anak yatim dan para kaum Dhuafa. Prosesi yang melibatkan ratusan anak yatim dan kaum Duafa tersebut  dihelat di Aula Kop Sae, Pujon, Selasa (30/10/2019).

Bakti sosial yang melibatkan sejumlah 295 anak yatim dan kaum Duafa itu, sekaligus bagian dari rangkaian HUT Kop Sae Pujon yang ke – 57. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Umum Koperasi Sae Pujon Abdi Suwasono, Selasa (30/10/2019).

Menurut Abdi, dengan peringatan HUT yang ke – 57 tahun ini, diharapkan  kedepannya Kop Sae Pujon semakin maju dan sukses.

“Dengan adanya doa – doa dari anak – anak yatim ini pula,yang kita harapkan doanya,agar Kop Sae  semakin maju.Dan kegiatan rutin ini diagendakan setiap tahun sekali ,” kata Abdi.

Untuk itu, Abdi menekankan terkait Ased Kop Sae yang kurang lebihnya senilai Rp 60 miliar, yang menghasilkan omset dengan jangka waktu 9 bulan yang mencapai ratusan miliar itu.

” Dengan perputaran uang hanya dengan kurun waktu 9 bulan bisa mendapatkan omset senilai Rp 236 miliar. Ini harus di dipertahankan dan diamankan. Karena kalau kita kembali ke 57 tahun yang silam, bagaimana ekonomi di Pujon,” tandasnya.

Dengan adanya Kop Sae tersebut tandas dia, ekonomi di Pujon sudah mapan. Itu semua menurutnya karena berkat dengan adanya Kop Sae Pujon, yang sudah membawa perubahan, seperti halnya.

“Stabilitas keamanannya  terjaga dan terjamin,serta perekonomiannya meningkat.Dalam satu hari saja mencapai sejumlah 116 ton susu,” paparnya.

Dengan demikian, papar dia, untuk  kedepannya agar terus meningkat, apalagi kata dia, di tahun 2020 mendatang, Abdi meyakini bakal kekurangan produksi susu,alhasil dengan.

“Rencananya hanya menargetkan sejumlah 95 ton susu perhari, tapi Alhamdulillah antusias peternak yang sangat tinggi sekali. Dan terbukti dengan hasilnya produksi susu sudah mencapai 116 ton per hari,” tutur Abdi bangga.

Dengan begitu, dari penghasilan susu sejumlah 116 ton per harinya tersebut, Abdi mengaku yang 97 persennya disetor ke Nestle,sedangkan yang  3 persennya, diproses susu pasteurisasi,yang dijual di pasaran.

” Untuk mempertahankan Koperasi Sae dengan ekonomi seperti ini, kita harus mengedepankan asas musyawarah mufakat kalau ada apa – apa harus segera kita musyawarahkan supaya tidak sampai melebar,” katanya.

Itu kata dia, untuk menjaga stabilitas Koperasi Sae lebih mengedepankan asas koordinasi. Lebih – lebih menurut dia, yang sedang dihadapi  saat musim kemarau seperti ini..”Penghijauan agak sulit, tapi yang perlu saya tegaskan kembali, omset Kop Sae Pujon, dengan waktu 9 bulan bisa mendapatkan Rp 236 miliar,” pungkasnya (Gus)