Sapa Warga Malang Raya, Gus Muhaimin Serap Aspirasi Tiga Aspek Urgen

8 December 2021 - 21:07 WIB
Gus Muhaimin saat me jaring aspirasi warga Malang Raya

MALANG (SurabayaPost.id).- Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, menyapa warga Malang Raya di Hotel Ubud, Kota Malang, Rabu (8/12/2021). Kegiatan serap aspirasi tersebut dikemas dalam program Gus Muhaimin Mendengar. 

“Ada tiga isu besar. Pertama pertanian termasuk pupuk. Ini harus segera dituntaskan karena sudah bertahun-tahun. Pupuk subsidi dan non subsidi. Tolong Menteri Pertanian beri atensi serius,” kata Muhaimin. 

Kedua, lanjut Muhaimin, yakni soal pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir ini agar secara khusus bantuan pemerintah mengalir cepat dan tepat sasaran. 

“Pokoknya harus ada (bantuan). Memang sudah ada anggaran untuk recovery ekonomi bagi UMKM. Ini tolong diturunkan,” imbuhnya. 

Gus Muhaimin saat memberikan keterangan pers

Ketiga, Muhaimin meminta Menparekraf RI Sandiaga Uno untuk turun tangan menggalang dana baik APBN maupun Non APBN agar pelaku seni bisa membuat pertunjukan yang menghidupkan mereka. 

“Tolong seniman yang sampai hari ini belum bisa manggung yang sudah lumpuh dua tahun ini,” tegasnya. 

Menurut Ketum PKB ini, Pemerintah tidak akan rugi menggelontorkan uang banyak untuk angkatan muda 10 tahun ke depan. 

“Uang negara dihabiskan untuk anak muda ndak ada ruginya. Di negara lain itu banyak kekurangan generasi muda karena tahun ini tahun SDM unggul,” tuturnya. 

Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Malang Raya M Hasanuddin Wahid menambahkan, kegiatan Gus Muhaimin Mendengar ini diinisiasi oleh kelompok masyarakat yang menginginkan Gus Muhaimin menyampaikan aspirasinya ke DPR dan pemerintah. 

“Kegiatan ini keliling terus. DPR sukanya kan bicara ini dibalik, kita yang mendengar,” kata Sekjen DPP PKB ini. 

Ia yakin, Gus Muhaimin akan melanjutkan seluruh aspirasi kelompok masyarakat kepada pihak terkait. “Gus Muhaimin langsung telepon menteri terkait. Bahkan kalau menterinya tidak merespon, Gus Muhaimin langsung menemui presiden karena PKB koalisi di pemerintahan ini,” pungkasnya. (Lil)