Siswa MAN 1 Malang Juara Pencak Silat Paku Bumi VII Open International  

21 October 2019 - 18:20 WIB
Kasek MAN 1 Malang HM Husnan (kiri) bersama Jufveda Farrelatha Firoos dan Naswa Jakmik Adani didampingi Wakasis Iwan Setiawan  menunjukkan medali dan piala yang diperoleh dalam kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi VII Open International 2019 di Bandung, Jabar

MALANG (SurabayaPost.id) – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang, Jatim sukses mengukir prestasi.  Mereka menjadi juara dalam kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi VII Open International 2019 di Bandung, Jawa Barat (Jabar). 

Dalam kejuaraan tersebut diikuti 8 negara. Di antaranya Indonesia, Jepang, Korea, Australia, Brunei, Vietnam, Rusia, dan Belanda.

Kepala Sekolah MAN 1 Malang HM Husnan, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (21/10/2019) mengakui hal itu. Dia  mengatakan jika anak didiknya menjuarai Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi VII Open International 2019 di Bandung, Jabar. 

Mereka merebut 6 medali emas, 1 perak, dan 1 medali perunggu. Itu diraih dari beberapa kelas yang dipertandingkan. Yakni kelas seni beregu, tunggal, dan kelas fighter A, B, C.

“Dari kelas yang dipertandingkan tersebut, anak didik kami mampu membawa pulang 8 medali, baik itu medali emas, perak, maupun perunggu. Ini prestasi yang luar biasa, karena siswa-siswi MAN 1 Malang mampu bertanding di kejuaraan pencak silat yang diikuti 8 negara,” ungkapnya.         

Medali yang diperoleh siswa-siswi kami pada kejuaraan pencak silat di Bandung, dirinya meminta kepada siswa-siswinya, agar terus berkarya sesuai dengan prestasi yang diraihnya. Selain itu, kami juga berharap kepada mereka tidak sombong dan harus tetap tawadhu atau taat kepada kedua orang tua dan guru. Karena apapun prestasi yang diraihnya tidak bisa terlepas dari doa orang tua.       

Sementara itu, salah satu siswa MAN 1 Malang peraih medali emas di Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi VII Open Internasional 2019 di Bandung, Jabar Jufveda Farrelattha Firoos, mengaku bangga. Siswa yang kini duduk di kelas X jurusan IPA itu berjanji akan terus meningkatkan prestasi yang telah diperoleh. 

Apalagi dia akan mengikuti beberapa kejuaraan kedepannya. Disebutkan seperti  Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospeda), dan Paku Bumi.       

“Dari kejuaraan pencak silat yang kami ikuti, telah memperoleh 4 medali emas, 1 perak, dan 2 medali perunggu. Sehingga kami berharap bisa mengikuti Asean Games, karena mengikuti Asean Games merupakan impiannya sejak dirinya berlatih pencak silat perguruan tapak suci,” terang dia, yang bercita-cita ingin menjadi TNI.           

Hal yang sama juga dikatakan, siswi kelas X jurusan IPS MAN 1 Malang Naswa Jakmik Adani. Peraih medali perak di Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi VII Open International 2019 di Bandung, Jabar ini mengaku senang. Dia pun  berjanji untuk terus mengasah kemampuannya.

Apalagi dia sudah menekuni Olahraga tersebut sejak sekolah di Taman Kanak-Kanak (TK). Sebab orang tuanya adalah pelatih pencak silat tapak suci. 

“Kami sudah mengikuti enam kejuaraan beladiri pencak silat, dan telah mendapatkan 1 medali emas, 4 perak, dan 1 medali perunggu, dan yang terakhir memperoleh medali perak di ajang Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi VII Open Internasional 2019 di Bandung,” ujarnya.          

 Dan dirinya, lanjut dia, juga berkeinginan untuk mengikuti Asean Games. Sebab setiap atlet olahraga berkeinginan mengikuti kejuaraan bergengsi Asian Games. Sehingga agar bisa mengikuti Asean Games, maka dirinya terus berlatih. Sedangkan dirinya bercita-cita menjadi atlit pencak silat yang bisa mendunia. (lil)