Tarian Mahasiswa IBU Buka Rakerpim yang Digelar L2Dikti 

30 October 2019 - 19:33 WIB
Mahasiswa IBU Malang yang menyuguhkan tarian pembuka Ralerpim Perguruan Tinggi bersama L2Dikti wilayah VII Jatim

BATU (SurabayaPost.id) – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur menggelar rapat kerja pimpinan  (Rakerpim) Perguruan Tinggi di Singhasari Resort Batu, Rabu (30/10/2019). Tarian yang ditunjukkan mahasiswa IKIP Budi Utomo (IBU) menjadi satu satunya pembuka dalam acara tersebut  

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr Nurcholis Sunuyeko menjelaskan, peserta tari tidak saja dari dalam negeri, namun juga mahasiswa dari luar negeri.

“Iya ini sebuah penghormatan. Bisa tampil di depan para pimpinan perguruan tinggi se Jawa Timur. Kebetulan, di antara peserta tari, ada mahasiswa asing yang sudah terlatih,” tutur Dr Nurcholis.

Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko saat mengikuti Rakerpim Perguruan Tinggi dengan L2Dikti

Ia menambahkan, mahasiswa asing di IKIP Budi Utomo, memang banyak yang mempelajari kesenian tradisional. Selain menari, membatik juga banyak diminati mahasiswa asing. Karena itu, IBU memiliki mahasiswa asing cukup banyak yang berasal dari berbagai negara.

“Acara acara seperti ini, menjadi salah satu kesempatan bagi para mahasiswa untuk menunjukkan kebolehannya. Karena itu, mereka terus giat berlatih dan siap tampil,” lanjut Rektor.

Mahasiswa IBU Malang kala menari di acara Rakerpim Perguruan Tinggi dengan L2Dikti

Sementara itu, Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur, juga diisi dengan beberapa penghargaan. IBU Malang  mendapat penghargaan dari L2Dikti  dalam  kategori sebagai Perguruan Tinggi dengan predikat Utama. 

“Pemerintah ilmiahnya itu meliputi seluruh aspek. Mulai dari manajemen kampus hingga yang bersifat akademik, ” kata Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko. 

Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Soeprapto DEA saat memberikan ucapan selamat pada mahasiswa IBU Malang usai menari.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Suprapto menjelaskan, penghargaan adalah aktualisasi dan pembinaan bagi perguruan tinggi yang merespon dinamika yang ada.

“Untuk pembinaan bagi perguruan tinggi untuk menghadapi dinamika pendidikan di era revolusi 4.0. Dengan inovasi dan perbaikan, agar tetap bisa fight dengan adanya perubahan. Kami mempunyai catatan catatan, bagi para PT yang merespon kondisi,” tuturnya. (lil)