Dempo ’94 Bangun Kebersamaan dan Kepedulian Lewat Silver Reunion 2019

30 October 2019 - 13:31 WIB
Para alumni SMA Katolik St.Albertus Malang pose bersama usai gala dinner di Hotel Shalimar Kota Malang

MALANG  (SurabayaPost.id) – Silver reunion  (reuni perak) alumni SMA Katolik St Albertus Malang, Jatim tahun 1994 bisa jadi sukses memecahkan rekor dunia. Sebab rangkaian kegiatan  reuni Dempo 1994 (D94) itu memakan waktu 1,5 tahun alias 18 bulan. 

Serangkaian kegiatan itu dimulai sejak persiapan Juli 2018 di tiap kota besar. Yakni di kota-kota yang ada perwakilan  alumni D94. Misalnya, Jakarta, Joglosemar, Surabaya, Malang dan lain sebagainya. 

Para alumni SMA Katolik St.Albertus Malang pose bersama  di acara Silver Reunion 2019 Yang digelar di Aula SMA Katolik St.Albertus Malang.

Kegiatan yang mereka laksanakan di masing-masing daerah (chapter) itu pun bervariasi. Mulai dari kegiatan olahraga senam bersama  hingga bakti sosial. Misalnya, menggelar pengobatan dan pemeriksaan kesehatan dengan biaya murah dan berbagi ke Pantiasuhan. 

Acara Reuni Perak 2019 alumni SMA Katolik St.Albertus tahun 1994.

Selain itu mereka juga menggelar seminar – seminar yang bermanfaat bagi masyarakat. Terutama bagi para siswa. Termasuk siswa SMA Katolik St.Albertus Malang. 

Para alumni itu juga menggelar beberapa seminar. Misalnya,  soal bahaya narkoba dan seks bebas serta seminar soal multimedia dan menggali potensi  untuk menentukan pilihan minat jurusan pendidikan selanjutnya bagi para siswa SMA Dempo. Bahkan mereka juga sempat menyumbang mobil van berkapasitas 16 penumpang untuk almamater tercintanya. 

Beginilah antusiasme alumni Dempo 1994 sebelum memberikan bunga pada para gurunya yang sudah pensiun.

Kegiatan lain yang sangat membanggakan dan mengharukan dari alumni D94 ini adalah kepedulian mereka terhadap para gurunya.  Mereka mengunjungi para pahlawan tanpa tanda jasa itu ke kediamannya masing-masing.  

Puncak acara dari silver reunion D94 itu digelar di Kota Malang, homebase SMA Katolik St.Albertus Malang, Jatim. Acara pamungkas itu digelar tak tanggung – tanggung,  tiga hari lamanya. Mulai Jum’at (18/10/2019) hingga Minggu (20/10/2019). 

Hampir seluruh alumni D94 hadir di acara puncak tersebut.  Mereka tidak hanya datang dari Jakarta, DI Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Malang.  Namun, juga dari berbagai penjuru lainnya. Termasuk alumni yang tinggal di Jerman, Amerika, Australia, dan Singapore.

Alumni Dempo 1994 saat ziarah ke makam Romo Siswanto di Pemakaman Umum Sukun Malang

Mereka hadir kembali di Malang demi kebersamaan dan kecintaannya terhadap almamater, SMA Katolik St.Albertus Malang. “Tanpa terasa sudah 25 tahun kita meninggalkan gerbang sekolah Dempo menuju babak kehidupan saat ini,”  kata Ketua Panitia Reuni Perak Alumni SMAK St Albertus Malang, Alloysius Suko Widigdo, Jumat (18/10/2019).

Menurut dia, banyak peristiwa telah terjadi sejak saat itu. Baik suka maupun duka. “Tetapi saya yakin menoleh kembali perjalanan hidup kita masing-masing ada satu chapter yang tidak mungkin bisa kita lupakan. Satu chapter yang disebut masa SMA,” jelas dia. 

Sebuah chapter, lanjut dia, dimana kita mulai dibentuk dan disiapkan memasuki masa dewasa. “Ibaratnya sebuah pohon yang kokoh yang mulai memanjangkan rantingnya di seluruh penjuru. Awal sebuah koneksi yang akan terus terhubung sepanjang masa,” tutur Hermon yang juga panitia reuni.

Alumni Dempo 1994 saat sharing dengan siswa SMA Katolik St.Albertus Malang

Makanya, tegas dia, reuni kali  ini sebagai bentuk rasa syukur. Sebab alumni D94 masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama dan merayakan kebersamaan diantara jadwal kehidupan yang sangat padat.

“Terima kasih untuk semuanya yang telah menjadikan reuni ini menjadi kenyataan. Terutama kepada yang telah dengan sukarela meluangkan waktu, tenaga, finansial dan bakatnya atas nama kebersamaan Dempo 94 ini,” tutur dia.

Apalagi terang dia, reuni perak kali ini  dikemas berbeda dibanding reuni-reuni sebelumnya. Alasannya, karena reuni perak Dempo 94 kali  secara resmi dimulai Januari 2019 lewat misa syukur awal tahun. Lalu diiringi kegiatan-kegiatan sosial pada bulan-bulan berikutnya. Itu  sampai dengan tiga hari acara puncak di bulan Oktober 2019 ini. 

Alumni SMA Dempo 1994 Chapter Jakarta.

Maklum,  reuni tersebut dinilai sebagai wadah berkumpulnya para Alumni Dempo Angkatan 94 (D94). Itu  setelah 25 tahun mereka meninggalkan bangku sekolah yang penuh kenangan.

Acara puncak reuni bertema Kebersamaan Untuk Almamater Tercinta (KUAT) itu pun semakin terasa untuk saling menguatkan sesama alumni D94 dalam berbagi dan saling peduli. Mencari solusi dalam mengatasi persoalan dengan melibatkan seluruh civitas  akademika Dempo.

Panitia Reuni pun sempat membuat lomba  Dempo T-Shirt Design Competition memulai kegiatan reuni tersebut. Pemenangnya adalah  Juara 1 Aaron Julyan, Jennifer C. Sedangkan Juara Favorit Dempo T-Shirt Design Competition yaitu  Elok Saraswati.

Setelah itu, panitia reuni mengunjungi para guru mereka yang sudah pensiun. Sebanyak 30 guru itu dikunjungi di kediamannya masing-masing. Misalnya, ke rumah Bpk. Didik Mintadi,  Ibu Listya Arini, Bpk. Thomas Nurhadi,  Bpk. Hadi Pratikno. Selain itu ke rumah Br. Tarsisius Vianney S. O.Carm,  Bu Oentari Diana, Bu Yuliati, Bpk. Antonius Bambang Murti, Bpk. Wiji Setiawan Bpk Karel Pangau. 

Alumni SMA Dempo Malang, Chapter Malang saat berkunjung ke rumah guru SMAK St Albertus Malang di kediamannya.

Sementara itu pada Jumat (18/10/2019) malam, para alumni D94 melakukan gala dinner di Hotel Shalimar Kota Malang. Mereka berbagi suka cita.

Usai makan malam bersama pada malam hari,  para alumni D94 ini menggelar senam pagi bersama di halaman hotel Shalimar, Sabtu (19/10/2019). Mereka yang datang dari berbagai penjuru Nusantara dan dari berbagai negara itu kompak melakukan olahraga senam bersama. 

Alumni 19 94 saat pose bersama di lingkungan SMA Katolik St.Albertus Malang

Usai senam,   mereka  melanjutkan  kegiatan sosial yang sangat patut diteladani.  Mereka melakukan ziarah makam ke mantan Kepala Sekolah SMA Katolik St.Albertus Malang Romo Siswanto di Pemakaman  Umum Sukun. 

Menurut Donny, salah satu panitia,  pribadi Romo Siswanto bagi para alumni D94 merupakan  sosok yang luar biasa. Sebab, seluruh hidup Romo Sis dicurahkan sampai wafat  demi cintanya kepada SMA Katolik St.Albertus (Dempo). 

“Beliau adalah seorang pribadi yang tahu mengisi hidup ini dengan penuh makna. Baik itu bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain terutama bagi kita, alumni D94,” kata Koorfinator Chapter Malang Cindy Maria Yang juga  panitia Reuni Perak Alumni SMAK St Albertus Malang.

Alumni 1994 pose bersama Kasek SMA Katolik St.Albertus Malang Romo Ignatius Abadi O.Carm usai menyerahkan bantuan mobil van untuk almamaternya.

Menurut dia, semua orang melihat Romo Sis sebagai pribadi yang berdisiplin tinggi, setia dan sangat bertanggung jawab pada tugas. “SMA Katolik St.Albertus hampir identik dengan Romo  Sis, bukan sekadar karena lamanya beliau menjadi Kepala Sekolah, tetapi terlebih karena perhatian dan cinta yang begitu besar terhadap almamater kami,” kata dia. 

Setelah melakukan  ziarah makam Romo Sis, para alumni D94 ini berbagi kebahagiaan dengan para guru dan staff SMAK St Albertus Malang. Mereka berbagi pengalaman sambil makan bersama. 

Kemudian, pada Minggu  (20/10/2019) para alumni D94 ini menutup serangkaian acara Silver Reunion itu dengan misa di Kapel SMAK St Albertus Malang. “Misa dan doa itu sebagai bentuk syukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan  dengan tertib dan lancar. Setelah itu teman-teman kembali ke kediamannya masing-masing. Selamat jalan teman, sahabat dan saudara. Sampai ketemu lagi di episode berikutnya,” harap Cindy yang diamini, mother Etik,   Wuri, Ika, Christin dan teman-temannya yang lain.

Alumni Dempo 1994 saat melakukan kegiatan di dalam sekolah SMA Katolik St.Albertus Malang

Sementara itu para guru SMAK St Albertus Malang mengaku bangga terhadap para siswa SMAK St Albertus alumni 1994 itu. Mereka menilai para alumni itu tidak hanya sukses secara material. Namun juga berhasil dalam aspek sosial dan spiritualitasnya.

“Kami bersyukur mereka sukses. Yang paling sangat kami syukuri adalah kepedulian mereka pada para gurunya. Kepedulian itu merupakan hal yang sangat luar biasa. Bagi kami itu tak bisa dinilai dengan materi. Terima kasih anak-anakku,” kata pak Bambang, guru SMAK St Albertus Malang yang dikunjungi di kediamannya.

Aprestasi senada juga diungkapkan Kepala SMA Katolik St.Albertus Malang, Romo Ignatius Abadi O.Carm. Dia mengaku bangga dengan apa yang dilakukan alumni Dempo 1994.

Alumni Dempo 1994 pose bersama usai misa penutupan Silver Reunion SMA Katolik St.Albertus Malang.

“Reuni perak yang dilakukan mereka sangat luar biasa. Mereka tidak hanya berbagi dan peduli terhadap sesama tapi juga pada almamater,” jelas dia.

Menurut dia kepedulian mereka terhadap almamater, khususnya pada civitas akademika SMA Dempo sangat luar biasa. “Hal itu bisa menjadi motivasi tersendiri bagi siswa-siswi, adik-adik mereka. Kami mengucapkan banyak terima kasih,” pungkasnya.  (aji)