Terpilih Aklamasi, Choirul Rizal Siapkan Empat Prioritas Kadin Gresik 2026–2031

GRESIK (SurabayaPost.id)– Mochamad Choirul Rizal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik periode 2026–2031 dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX, Jumat (23/10/2026). Ia menyiapkan empat prioritas program yang mencakup penguatan UMKM, kemudahan investasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pembangunan infrastruktur dan alih teknologi.

Kadin Gresik akan memperkuat peran organisasi pengusaha sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing dunia usaha.

Choirul Rizal menyatakan, amanah yang diberikan melalui Mukab IX menjadi tanggung jawab yang membutuhkan dukungan seluruh jajaran pengurus dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Amanah ini bukan sekadar kepercayaan untuk memimpin organisasi, melainkan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia usaha dan masyarakat Gresik. Karena itu, saya mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh pengurus agar program Kadin dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat,” demikian pernyataan Choirul Rizal.

Ia menjelaskan, pada periode 2021–2026, Kadin Gresik lebih memfokuskan program pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). Pada periode mendatang, penguatan SDM akan dilanjutkan dengan program yang lebih terhubung dengan kebutuhan industri, pengembangan usaha, dan penciptaan peluang kerja.

Prioritas pertama adalah mendorong pertumbuhan UMKM melalui kebijakan ekonomi yang mendukung pelaku usaha lokal, peningkatan kapasitas bisnis, dan perluasan akses pasar.

“UMKM harus mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Kadin akan mendorong kebijakan yang mendukung penguatan UMKM agar pelaku usaha lokal semakin produktif, memiliki akses pasar yang lebih luas, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Prioritas kedua menyangkut kemudahan perizinan dan peningkatan iklim investasi. Menurut rencana programnya, Kadin akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong proses perizinan yang lebih mudah, transparan, dan efisien bagi investor.

“Kami ingin Gresik semakin menarik bagi investasi. Kemudahan perizinan harus berjalan seiring dengan kepastian prosedur dan pelayanan yang transparan. Investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Prioritas ketiga adalah peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program pemagangan, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi. Program tersebut ditujukan untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja industri dengan kemampuan masyarakat lokal.

“Peningkatan SDM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Kompetensi tenaga kerja harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Karena itu, pemagangan, pelatihan, dan sertifikasi perlu diperkuat agar masyarakat Gresik memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk ke pasar kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, prioritas keempat adalah mendorong peningkatan infrastruktur dan alih teknologi melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Infrastruktur yang memadai serta pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk mendukung produktivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi.

“Kadin akan mendorong kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam peningkatan infrastruktur serta pemanfaatan teknologi. Dunia usaha membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai dan teknologi yang berkembang agar produktivitas meningkat dan daya saing semakin kuat,” tegasnya.

Choirul Rizal menekankan, pelaksanaan empat prioritas tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor. Kadin tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, pelaku industri, investor, UMKM, dan masyarakat.

Kepengurusan Kadin Gresik periode 2026–2031 diharapkan mampu menerjemahkan agenda tersebut menjadi program kerja yang terukur, dengan sasaran dan capaian yang dapat dievaluasi secara berkala.

Dengan demikian, keberhasilan kepengurusan baru tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan organisasi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pertumbuhan UMKM, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, kemudahan berusaha, dan penguatan daya saing ekonomi Kabupaten Gresik.

Baca Juga:

  • 38 Kasus Dibongkar, 50 Penjahat Ditangkap! Ini Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Polresta Malang Kota
  • Detik-Detik Polresta Malang Kota Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Remaja di Alun-Alun Merdeka
  • Sinau Heppiee Jadi Jargon Sambut Maba UIBU 2026, Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee
  • Wakapolresta Malang Kota Hadiri Kota Malang Berdoa, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan