Toilet Kantor Pemkab Gresik Dekil dan Bau Pesing

4 November 2022 - 08:18 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Toilet di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik khususnya di lantai dasar hampir seluruhnya rusak, kumuh dan mengeluarkan bau pesing. Tamu yang kebelet membuang hajat terpaksa menahan, pasalnya hanya satu toilet pria yang bisa digunakan.

“Gantian cak. Soalnya hanya satu (toilet) yang bisa dipakai itupun kumuh dekil dan bau,” ungkap Supriyadi (42) warga Duduksampeyan yang mengeluhkan kondisi toilet di Kantor Pemkab Gresik, Rabu (4/11/22).

Dikatakan Supriyadi, kondisi toilet dekil bau karena karena ternyata tidak ada satupun tolilet yang berfungsi. “Pas saya selesai pipis ternyata tombol tak pencet tidak keluar air. Kan jadi bingung karena gak ada air. Jadi najis ini celana,” keluh Supriyadi yang mengaku hendak menemui salah satu pejabat dilibgkungan Pemkab Gresik ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh M Reno Salah satu wartawan yang bertugas di desk pemerintahan. Ia mengaku kebingungan saat hendak ke toilet di lingkungan Pemkab Gresik. Dan jika tidak kuat menahan rasa buang hajat ia mengaku berlari ke Masjid meski jaraknya lumayan jauh.

“Terpaksa lari ke Masjid. Dan toilet ini sudah lama sekali rusak. Dan yang toilet tengah samping lobby bawah tangga diperbaiki. Tetapi juga tidak selesai selesai. Sepele keliahatanya tapi toilet sarana penting terutama kalau ada tamu kunjungan dari luar kota memalukan masak tolit kantor Bupati Gresik dekil dan bau pesing,” ujarnya.

Dikatakan Reno, satu-satunya tolilet yang bisa itupun kumuhnya juga cukup membuat orang tidak nyaman masuk untuk buang hajat. Selain pengab juga bau akibat bekas kotoran air kencing yang tudak tersiram air yang cukup. Lantaran sarana dalam kamr mandi yang aempit itu tidak ada.

“Kalau kita ke toilet satu-satunya disamping ruang kantor Pemerintahan ini yang terpaksa menahan nafas. Karena bau. Handle pintunya tidak ada. Pintunya lapuk kropos, pintu bagian bawah kondisinya sangat tidak layak. Karena sering kena air sehingga mengalami pelapukan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bagian Umum Hari Wahyu Lestari saat dimofirmasi mengaku kondisi itu hanya bekas yang lama karena baru ada pembersihan. “Ono pembersihan, iku sisa lama seng garai rusak kabeh,” ujar pria yang akrab disapa Wawan ini.