MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Kesemrawutan Jalan Zaenal Zakse akibat lapak PKL Pasar Kebalen akhirnya ditertibkan. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turun langsung bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana, Rabu (6/5/2026), untuk memastikan aturan jam jualan baru berjalan.
Pemkot Malang kini hanya memberi waktu 6 jam bagi PKL untuk berjualan di tepi jalan. Lewat pukul 06.00 WIB, Jalan Zaenal Zakse harus steril dari lapak. Aturan itu sudah dipasang di beberapa titik lewat spanduk: “Pengumuman!!! Jam Berjualan Pedagang Pasar Kebalen Sepanjang Jalan Zaenal Zakse Pukul 24.00 WIB s.d 06.00 WIB”.
Saat sidak, Wahyu menyoroti kondisi ironis Pasar Kebalen. Bangunan dua lantai hasil revitalisasi justru sepi, sementara badan jalan dipenuhi PKL hingga ke tengah.
“Ini sudah bertahun-tahun. Bukan cuma pengguna jalan yang terganggu, warga sekitar juga mengeluh. Macetnya setiap hari,” ujar Wahyu di lokasi.

Ia menyebut menjamurnya PKL di depan pasar memicu efek domino. Pedagang resmi yang punya lapak di dalam akhirnya ikut keluar karena dagangannya kalah saing. Akibatnya, penumpukan PKL di jalan makin parah.
Untuk membenahi itu, Pemkot ambil dua langkah. Pertama, pedagang yang sudah pegang surat lapak di Pasar Kebalen wajib kembali berjualan di dalam. Kedua, sekitar 600 PKL yang tidak punya lapak akan dipindah ke Pasar Induk Gadang.
Wahyu menegaskan, Pasar Induk Gadang yang sedang ditata disiapkan jadi solusi jangka panjang. “Di sana lebih aman. Ada kepastian tempat, tidak diusir-usir di jalan. Ini penataan bertahap biar budaya jualan di dalam pasar balik lagi,” tegasnya.

Keputusan pembatasan jam jualan 00.00–06.00 WIB itu disepakati usai koordinasi dengan Polresta Malang Kota. Wahyu memastikan penegakan aturan dilakukan humanis tapi konsisten.
“Setelah jam 6 pagi tidak boleh ada lagi yang jualan di tepi jalan. Petugas akan patroli terus. Paguyuban pasar juga sudah sepakat taat,” kata Wahyu.
Relokasi Pasar Gadang yang sudah berjalan jadi preseden. Kini giliran Pasar Kebalen yang ditata agar kemacetan di Jalan Zaenal Zakse tak lagi jadi langganan warga Kota Malang. (lil).
