5 Pesan Rektor Prof Suko untuk 896 Wisudawan Unidha: Ijazah Bukan Akhir Belajar

5 Pesan Rektor Prof Suko untuk 896 Wisudawan Unidha: Ijazah Bukan Akhir Belajar, Sabtu (10/10/2026).
5 Pesan Rektor Prof Suko untuk 896 Wisudawan Unidha: Ijazah Bukan Akhir Belajar, Sabtu (10/10/2026).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi wisuda Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 896 wisudawan dari program sarjana dan pascasarjana dari enam fakultas resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni megah di salah satu hotel berbintang di Kota Malang.

Wisuda kali ini terasa istimewa dengan lahirnya 15 wisudawan terbaik, tiga di antaranya meraih IPK sempurna 4,00. Namun, sorotan utama justru datang dari pidato Rektor Unidha Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H., yang menitipkan 5 pesan sakti untuk bekal hidup para alumni.

Di hadapan ratusan wisudawan dan orang tua, Prof. Suko menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis finish.

“Sebelum Saudara melangkah keluar dari gerbang kampus ini, izinkan saya menitipkan lima pesan. Yang pertama, jadilah pembelajar sepanjang hayat. Ijazah adalah tanda bahwa Saudara telah menyelesaikan satu jenjang, bukan tanda bahwa belajar telah selesai,” ujar Suko membuka sambutannya.

Pesan pertama itu ia tujukan agar lulusan sarjana terus melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, sementara lulusan pascasarjana terus mengembangkan ilmu lewat penelitian dan karya tulis.

Pesan kedua yang ia tekankan dengan nada tegas adalah soal integritas. Menurutnya, di era persaingan yang semakin dinamis, kejujuran adalah kunci utama yang membedakan orang berhasil.

“Kecerdasan dapat membuka pintu, tetapi hanya kejujuran yang membuat pintu itu tetap terbuka. Dalam pekerjaan dan kehidupan, pilihlah jalan yang benar meskipun tidak selalu jalan yang paling mudah,” tegasnya.

Pesan ketiga adalah pesan yang paling membakar semangat. Suko menantang para lulusan untuk tidak bermental pencari kerja.

“Beranilah memulai dan berinovasi. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tapi jadilah pencipta lapangan kerja. Banyak persoalan di sekitar kita, di desa, di sekolah, dan di pasar, yang menunggu solusi dan tangan-tangan terampil seperti Saudara-saudara wisudawan,” serunya.

Sementara pesan keempat berkaitan dengan jati diri bangsa. Mengambil teladan dari nama besar Raja Wisnuwardhana, Rektor mengajak alumni menjadi perekat kebhinekaan.

“Rapatlah kebhinekaan. Seperti teladan Raja Wisnuwardhana yang mendamaikan perbedaan, jadilah perekat di tengah masyarakat yang majemuk, junjung tinggi Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” pesannya.

Sebanyak 896 wisudawan dari program sarjana yang mendapat pesan dari Prof Suko.
Sebanyak 896 wisudawan dari program sarjana yang mendapat pesan dari Prof Suko.

Dan pesan kelima sekaligus penutup adalah untuk tidak melupakan rumah. Suko menyebut UNIDHA adalah ibu yang telah mengasuh para mahasiswa dalam ilmu.

“Jangan lupakan rumah Saudara. UNIDHA adalah almamater, ibu yang mengasuh Saudara dalam ilmu. Pintunya selalu terbuka. Bergabunglah dengan Ikatan Keluarga Alumni dan bawalah nama baik almamater di mana pun Saudara berkarya,” ungkapnya.

Tak lupa, Suko juga mengingatkan bahwa kehidupan setelah kampus tidak akan selalu mulus. Kegagalan dan penolakan adalah hal wajar.

“Yang membedakan orang berhasil bukanlah ketiadaan kegagalan, tapi kesetiaan untuk bangkit dan mencoba lagi. Ingatlah bahwa Saudara telah membuktikan ketangguhan itu dengan sampai pada titik ini,” tambahnya.

Sementara itu, tiga peraih IPK 4,00 yang menjadi kebanggaan UNIDHA kali ini adalah Mela Lavenia (Magister Manajemen), Dwi Purwaningtyas (Magister Ilmu Hukum), dan Nailur Rohmah (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Nailur bahkan dikenal sebagai mahasiswa yang aktif di organisasi, pengabdian masyarakat, Kampus Mengajar, hingga menjadi penulis antologi internasional.

“Alhamdulillah, wisuda kali ini diikuti 896 wisudawan. Harapan kami, para alumni bisa berkiprah di bidang masing-masing, yang belum bekerja segera mendapat pekerjaan atau mampu menciptakan lapangan kerja, dan yang sudah bekerja kariernya semakin baik,” pungkas Suko.

Dengan lima pesan sakti tersebut, Unidha berharap lulusannya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga beretika, tangguh, dan mampu menjadi solusi di tengah masyarakat. (lil).

Baca Juga:

  • Pecah Rekor, UNIDHA Malang Lahirkan 3 Sekaligus Lulusan IPK 4,00
  • Luluskan 896 Wisudawan, Rektor Unidha: Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja, Jadilah Pencipta Lapangan Kerja
  • Lulusan Terbaik Magister Hukum Unidha Malang, Dwi Purwaningtyas Siap Diwisuda 10 Oktober 2026
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kelestarian Budaya, Unidha Malang Sambut Rombongan Universiti Malaya