Cetak Calon Pendidik Unggul dan Berjiwa Pemimpin, Unidha Malang Sukses Gelar Karya Proyek Kepemimpinan PPG

Cetak Calon Pendidik Unggul dan Berjiwa Pemimpin, Unidha Malang Sukses Gelar Karya Proyek Kepemimpinan PPG, Rabu (4/11/2026).
Cetak Calon Pendidik Unggul dan Berjiwa Pemimpin, Unidha Malang Sukses Gelar Karya Proyek Kepemimpinan PPG, Rabu (4/11/2026).

​MALANGKOTA (SurabayaPost.id) — Wisnuwardhana (Unidha) Malang kembali membuktikan komitmennya dalam melahirkan tenaga pendidik berkualitas. Hal ini tercermin dari suksesnya penyelenggaraan Gelar Karya Proyek Kepemimpinan bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), Rabu (4/11/2026). Pameran karya ini merupakan wujud implementasi sekaligus tugas akhir dari mata kuliah kepemimpinan yang wajib ditempuh mahasiswa sebelum menyelesaikan studi.

​Rektor Unidha Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H., menjelaskan bahwa mata kuliah kepemimpinan dirancang untuk membekali guru agar tidak sekadar menguasai materi ajar di kelas. Lebih dari itu, seorang pendidik profesional dituntut memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat guna membimbing, memotivasi, dan menginspirasi peserta didiknya untuk terus berkarya.

​”Tentunya guru itu tidak sekadar menguasai materi pembelajaran, tetapi juga bagaimana dia bisa memimpin siswanya, memotivasi siswanya, dan berkarya,” ungkap Prof. Suko Wiyono.

​Ia juga menegaskan tiga pilar penting yang harus dipegang teguh oleh seorang guru. Pertama, komitmen untuk terus belajar mengikuti dinamika kurikulum dan perkembangan teknologi agar lulusan tidak ketinggalan zaman. Kedua, jiwa melayani dengan sepenuh hati guna memotivasi murid—baik yang sudah berprestasi untuk terus meningkat, maupun yang masih tertinggal agar bangkit. Ketiga, pentingnya kolaborasi. Menurutnya, kesuksesan seorang guru tidak bisa diraih seorang diri, melainkan melalui kerja sama yang erat dengan kepala sekolah, rekan sejawat, siswa, orang tua, hingga masyarakat.

Rektor Unidha Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono didampingi Koordinator PPG, Dr Abdul Hamid meninjau pelaksanaan pameran karya mahasiswa PPG.
Rektor Unidha Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono didampingi Koordinator PPG, Dr Abdul Hamid meninjau pelaksanaan pameran karya mahasiswa PPG.

​Senada dengan hal tersebut, Koordinator PPG Unidha, Dr. Abdul Hamid, M.Pd, memaparkan bahwa proyek kepemimpinan ini memiliki orientasi strategis jangka panjang bagi mahasiswa. Selain membekali siswa agar memiliki jiwa kewirausahaan sejak dini, program ini juga melatih para mahasiswa untuk merancang pelatihan kemasyarakatan yang berpotensi menumbuhkan unit-unit UMKM baru di tengah masyarakat.

​”Tujuannya nanti mahasiswa bisa membimbing siswanya supaya ketika sudah dewasa bisa berwirausaha, serta membuka UMKM di masyarakat,” jelas Dr. Abdul Hamid.

​Pada tahun ini, lanjut dia, gelar karya diikuti oleh 61 mahasiswa dari dua program studi, yakni Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) serta Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Para mahasiswa tersebut terbagi ke dalam enam kelompok. Pihak universitas sendiri memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran acara, mulai dari kemudahan perizinan, penyediaan fasilitas tempat, hingga alokasi pendanaan bagi setiap kelompok.

Dr. Ni Wayan Suarniati, Wakil Rektor I Bidang Akademik terpantau berada di salah satu Stand pameran mahasiswa PPG Unidha Malang.
Dr. Ni Wayan Suarniati, Wakil Rektor I Bidang Akademik terpantau berada di salah satu Stand pameran mahasiswa PPG Unidha Malang.

​Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis, seluruh hasil proyek kelompok mahasiswa PPG Unidha ini telah melalui proses publikasi ilmiah dan diunggah ke dalam jurnal (publish to journal).
​Melalui penyelenggaraan ajang ini, Undha Malang berharap para lulusan PPG dapat bertransformasi menjadi pendidik yang tidak hanya kompeten secara pedagogik, tetapi juga adaptif, inovatif, serta mampu menjadi teladan kepemimpinan bagi kemajuan pendidikan di masa depan.

Pantauan di lokasi, para mahasiswa PPG Unidha memamerkan produk hasil karya kelompoknya, seperti SI MORI (Sinergi Moringa Inovatif) adalah produk Teh Herbal Daun Kelor yang dikombinasikan dengan rempah Nusantara. Kemudian W-Lux Tawas Spray produk deodoran berbahan dasar mineral tawas alami (potassium alum) yang dirancang untuk membantu menjaga kesegaran tubuh dan mengatasi bau badan.

Selain itu, produk Eco-Enzyme adalah cairan serbaguna hasil fermentasi dari limbah organik dapur (seperti kulit buah dan sisa sayuran), gula (gula merah, gula aren, atau molase), dan air.

Beberapa karya kelompok mahasiswa PPG lainnya, antara lain, Nusaraga produk jamu herbal alami dengan slogan “Rawat raga, harmoni jiwa”. Selanjutnya, SURAJA produk olah jagung lokal (Susu Rasa Jagung) serta Aksesori & Kerajinan Manik-Manik (Beads). (lil).

Baca Juga:

  • Rektor Unidha Malang Tegaskan Gelar Karya PPG Bukan Sekadar Ujian, Tapi Pembuktian Jadi Pemimpin yang Mendidik
  • Dwi Purwaningtyas Raih Wisudawan Terbaik Magister Ilmu Hukum Unidha Malang: Prestasi Adalah Kontribusi
  • 5 Pesan Rektor Prof Suko untuk 896 Wisudawan Unidha: Ijazah Bukan Akhir Belajar
  • Pecah Rekor, UNIDHA Malang Lahirkan 3 Sekaligus Lulusan IPK 4,00