Masker Benang Rajut, Karya Mahasiswa Unidha Pendongkrak Ekonomi, Fitria Khasanah, M.Pd : Melalui PKM, Empat Mahasiswa Memberikan Pelatihan Kerajinan Tangan

Fitria Khasanah, M.Pd, selaku Dosen pendamping dari FKIP Unidha, menunjukan hasil karya empat mahasiswanya. Mereka adalah Dhania Eka Widyaningrum, Farah Camelia Firdousiah, Khurotul A'yun dan Sri Wahyuni (ft.cholil)
Fitria Khasanah, M.Pd, selaku Dosen pendamping dari FKIP Unidha, menunjukan hasil karya empat mahasiswanya. Mereka adalah Dhania Eka Widyaningrum, Farah Camelia Firdousiah, Khurotul A'yun dan Sri Wahyuni (ft.cholil)

MALANG (SurabayaPost.id) – Masker berbahan benang rajut, karya mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), empat mahasiswa Unidha Malang Memberikan Pelatihan Kerajinan Tangan di Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sebagai diketahui, dampak pandemi yang meluas, tentunya sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. seperti halnya masyarakat Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Hal itulah yang membuat kalangan civitas akademika Unidha termotivasi ikut membantu meringankan beban masyarakat. Melalui PKM, empat mahasiswa Unidha didampingi Fitria Khasanah, M.Pd, selaku Dosen pendamping dari FKIP Universitas Wisnu Wardhana, turun ke Desa -Desa untuk memberikan pelatihan.

Fitria Khasanah, M.Pd, selaku Dosen pendamping dari FKIP Unidha, menunjukan hasil karya empat mahasiswanya. Mereka adalah Dhania Eka Widyaningrum, Farah Camelia Firdousiah, Khurotul A'yun dan Sri Wahyuni (ft.cholil)
Fitria Khasanah, M.Pd, selaku Dosen pendamping dari FKIP Unidha, menunjukan hasil karya empat mahasiswanya. Mereka adalah Dhania Eka Widyaningrum, Farah Camelia Firdousiah, Khurotul A’yun dan Sri Wahyuni (ft.cholil)

“Dampak pandemi, tidak boleh membawa keterpurukan mendalam. Mahasiswa dari Universitas Wisnuwardhana, memberikan salah satu solusi, yang bisa dikembangkan. Tentunya bernilai, dan bisa menopang ekonomi,” tutur Fitria Khasanah, M.Pd, Rabu (14/09/2022)

Untuk itu, melalui program PKM, 4 mahasiswa Unidha yang di ketuai, Dhania Eka Widyaningrum dengan anggota Farah Camelia Firdousiah, Khurotul A’yun dan
Sri Wahyuni, memberikan pelatihan kepada warga. Pelantihan kerajinan tangan itu, berbahan dasar, benang rajut polyster.

Melalui PKM, empat mahasiswa Unidha Malang didampingi Fitria Khasanah, M.Pd, selaku Dosen pendamping dari FKIP, turun ke Desa -Desa untuk memberikan pelatihan. Salah satunya di Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur (ist)
Melalui PKM, empat mahasiswa Unidha Malang didampingi Fitria Khasanah, M.Pd, selaku Dosen pendamping dari FKIP, turun ke Desa -Desa untuk memberikan pelatihan. Salah satunya di Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur (ist)

“Salah satu yang menjadi kebutuhan masyarakat di masa pendemi, adalah penggunaan masker. Apalagi, hal itu menjadi arahan pemerintah. Karena itu, kami memberikan pelatihan pembuatan masker beserta konektor, dari bahan benang rajut. Tidak hanya itu, termasuk juga cara pemasarannya baik medsos maupun market place,” lanjutnya.

Ia memilih masker, mengingat warga sekitar sudah memiliki ketrampilan menjahit. Bahkan ada yang pernah bekerja di bagian merangkai manik manik.

Empat mahasiswa Unidha, Dhania Eka Widyaningrum, Farah Camelia Firdousiah, Khurotul A'yun dan Sri Wahyuni (ft.cholil)
Empat mahasiswa Unidha, Dhania Eka Widyaningrum, Farah Camelia Firdousiah, Khurotul A’yun dan Sri Wahyuni (ft.cholil)

Di masker rajut itu, kata Fitria, di bagian tengahnya bisa diisi tisu. Bahkan, bisa dicuci untuk selanjutnya bisa dipakai lagi.

“Dengan benang itu, pengembangannya bisa juga ke produk lain. Seperti tas kecil, dompet, boneka dan hasil karya lainya,”pungkasnya. (lil)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.