Polresta Malang Kota Gelar Ops Keselamatan Semeru 2026, Libatkan 85 Personel Gabungan
MALANGKOTA (SurabayaPost.id) -
Polresta Malang Kota menggelar apel pasukan gabungan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di halaman Mapolresta Malang Kota, Senin (2/2/2026). Operasi ini bertujuan menciptakan kepatuhan dan kesadaran kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif menjelang meningkatnya mobilitas warga pada Ramadan dan Idulfitri 2026.
Apel penyematan pita biru oleh Kabag Ops Polresta Malang kota Kompol Wiwin Rusli melibatkan 85 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan Kota Malang, serta Satpol PP Kota Malang.
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo, menjelaskan bahwa Ops Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan selama dua pekan (mulai 2 hingga 15 Februari 2026) dengan pendekatan preemtif dan preventif.
"Kami sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas, penerapan tidak hanya dijalanan saja, namun juga menyasar sekolahan, mulai dari anak usia TK, pelajar, hingga mahasiswa, supaya kesadaran itu tumbuh sejak dini," terang AKP Rio.
Satlantas juga meningkatkan intensitas patroli di ruang publik dan titik rawan kepadatan yang memiliki potensi kemacetan. "Patroli preventif di lokasi-lokasi yang berpotensi peningkatan volume kendaraan. Contohnya di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang kini ramai dikunjungi," jelasnya.
Terkait penegakan hukum, AKP Rio menegaskan pihaknya lebih mengoptimalkan kamera tilang elektronik (E-TLE) mobile dan membatasi penindakan secara langsung. "Penindakan tetap ada, namun kami perkuat dengan E-TLE mobile dan meminimalisir tilang langsung," ungkap AKP Rio.
Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026, terdapat 10 jenis pelanggaran prioritas, termasuk boncengan lebih dari satu orang, melebihi batas kecepatan, dan pengendara di bawah umur. Polresta Malang Kota mengajak masyarakat menjadi bagian dari keselamatan itu sendiri dengan menumbuhkan sikap saling menghargai di jalan raya. (lil).
MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Polresta Malang Kota menggelar apel pasukan gabungan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di halaman Mapolresta Malang Kota, Senin (2/2/2026). Operasi ini bertujuan menciptakan kepatuhan dan kesadaran kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif menjelang meningkatnya mobilitas warga pada Ramadan dan Idulfitri 2026.
Apel penyematan pita biru oleh Kabag Ops Polresta Malang kota Kompol Wiwin Rusli melibatkan 85 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan Kota Malang, serta Satpol PP Kota Malang.
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo, menjelaskan bahwa Ops Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan selama dua pekan (mulai 2 hingga 15 Februari 2026) dengan pendekatan preemtif dan preventif.
“Kami sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas, penerapan tidak hanya dijalanan saja, namun juga menyasar sekolahan, mulai dari anak usia TK, pelajar, hingga mahasiswa, supaya kesadaran itu tumbuh sejak dini,” terang AKP Rio.
Satlantas juga meningkatkan intensitas patroli di ruang publik dan titik rawan kepadatan yang memiliki potensi kemacetan. “Patroli preventif di lokasi-lokasi yang berpotensi peningkatan volume kendaraan. Contohnya di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang kini ramai dikunjungi,” jelasnya.
Terkait penegakan hukum, AKP Rio menegaskan pihaknya lebih mengoptimalkan kamera tilang elektronik (E-TLE) mobile dan membatasi penindakan secara langsung. “Penindakan tetap ada, namun kami perkuat dengan E-TLE mobile dan meminimalisir tilang langsung,” ungkap AKP Rio.
Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026, terdapat 10 jenis pelanggaran prioritas, termasuk boncengan lebih dari satu orang, melebihi batas kecepatan, dan pengendara di bawah umur. Polresta Malang Kota mengajak masyarakat menjadi bagian dari keselamatan itu sendiri dengan menumbuhkan sikap saling menghargai di jalan raya. (lil).