GRESIK (SurabayaPost.id)-Di tengah lanskap industri nasional yang bergerak cepat dan penuh tekanan transparansi publik, komunikasi korporasi tidak lagi sekadar menjadi perangkat penyampai informasi. Ia telah berevolusi menjadi instrumen strategis yang menentukan arah reputasi, legitimasi bisnis, sekaligus keberlanjutan perusahaan. Dalam konteks inilah PT Petrokimia Gresik menunjukkan konsistensinya membangun sistem komunikasi yang tidak hanya adaptif, tetapi juga terukur dan berdampak luas.
Perusahaan Solusi Agroindustri yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia tersebut berhasil menorehkan pengakuan nasional dengan dinobatkan sebagai “Institusi Teladan Kehumasan” dalam ajang PR INDONESIA Award (PRIA) 2026 di Yogyakarta. Penghargaan ini menjadi refleksi keberhasilan Petrokimia Gresik dalam membangun orkestrasi komunikasi yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan serta kepentingan stakeholder secara berkelanjutan.
Pengakuan tersebut tidak hadir secara instan. Ia merupakan akumulasi kerja sistematis yang menempatkan komunikasi sebagai bagian integral dalam proses pengambilan kebijakan perusahaan. Pada ajang PRIA 2026, Petrokimia Gresik berhasil meraih enam penghargaan sekaligus. Satu penghargaan Silver Winner diperoleh melalui program Employee Influencer (EI) Squad, sementara lima Bronze Winner diraih melalui Petrokimia Media Award (PMA), pengelolaan website perusahaan, Majalah GEMA edisi 383 dan 378, serta kategori Departemen Public Relations.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menilai capaian tersebut sebagai manifestasi kolaborasi lintas lini perusahaan yang berhasil mengintegrasikan kepentingan komunikasi dengan agenda bisnis strategis perusahaan.
“PRIA merupakan tolok ukur dan barometer prestasi bagi para praktisi Public Relations di Indonesia. Kami berharap prestasi ini semakin memotivasi seluruh Insan Petrokimia Gresik untuk terus menghadirkan inovasi komunikasi yang strategis, adaptif, dan berdampak dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan serta kontribusi terhadap swasembada pangan nasional,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa komunikasi perusahaan tidak berdiri sebagai entitas administratif semata, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen penguat legitimasi bisnis, terutama dalam sektor agroindustri yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.
Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah, menjelaskan bahwa salah satu kekuatan komunikasi perusahaan terletak pada kemampuan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia internal. Hal ini diwujudkan melalui program EI Squad yang mendorong karyawan menjadi representasi komunikasi perusahaan secara langsung.
Melalui program tersebut, karyawan dipersiapkan tidak hanya sebagai pelaku operasional, tetapi juga sebagai agen penyebaran informasi strategis perusahaan. Mereka berperan memperkuat komunikasi internal, memperluas jangkauan publikasi eksternal, hingga menjadi garda awal mitigasi isu di ruang digital yang semakin kompleks.
“Media sosial kini menjadi kanal komunikasi yang sangat berpengaruh. Karena itu, kami mengoptimalkan potensi tersebut melalui pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif agar pesan perusahaan tersampaikan secara efektif,” jelas Rama.
Dalam perspektif komunikasi modern, strategi tersebut mencerminkan pendekatan partisipatif yang menempatkan karyawan sebagai stakeholder sekaligus duta reputasi perusahaan. Pendekatan ini dinilai mampu membangun kepercayaan publik secara lebih autentik karena pesan perusahaan disampaikan melalui narasi yang lahir dari pengalaman langsung para pelaku operasional.
Lebih jauh, Rama menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran vital dalam menjaga kesinambungan bisnis, khususnya di era digital yang menuntut kecepatan, akurasi, serta kredibilitas informasi. Reputasi perusahaan, menurutnya, merupakan aset strategis yang harus dikelola melalui perencanaan komunikasi yang terintegrasi, kreatif, serta relevan dengan dinamika sosial dan teknologi.
Seluruh program komunikasi Petrokimia Gresik dirancang tidak hanya mendukung agenda korporasi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata. Hal tersebut tercermin dari berbagai inisiatif komunikasi yang mengangkat peran perusahaan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan stakeholder secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, berbagai inisiatif komunikasi yang kami jalankan mendapatkan apresiasi dari pihak eksternal. Ini menjadi penguat komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi perusahaan secara berkelanjutan,” tutup Rama.
Keberhasilan Petrokimia Gresik dalam ajang PRIA 2026 sekaligus menjadi penanda penting bahwa komunikasi korporasi telah menjadi elemen strategis dalam membangun daya saing industri nasional. Di tengah tantangan global dan tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi, perusahaan dituntut tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menghadirkan narasi bisnis yang kredibel dan dipercaya masyarakat.
Petrokimia Gresik menunjukkan bahwa reputasi perusahaan tidak dibangun melalui publikasi seremonial semata, melainkan melalui konsistensi strategi, inovasi pendekatan komunikasi, serta sinergi kolektif seluruh elemen perusahaan. Pendekatan inilah yang menjadikan komunikasi bukan sekadar alat penyampai pesan, melainkan fondasi kepercayaan publik yang menopang keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Jika industri agro adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional, maka komunikasi korporasi adalah denyut yang menjaga kepercayaan publik tetap hidup. Melalui langkah strategis yang senyap namun terukur, Petrokimia Gresik berhasil membuktikan bahwa reputasi perusahaan terbaik lahir dari kerja panjang yang konsisten, bukan sekadar pencitraan sesaat.
