Sentuhan Modern Jawa untuk Pengalaman Meeting dan Gathering yang Lebih Nyaman

Sentuhan Modern Jawa untuk Pengalaman Meeting dan Gathering yang Lebih Nyaman. (Dok. Atria Hotel).
Sentuhan Modern Jawa untuk Pengalaman Meeting dan Gathering yang Lebih Nyaman. (Dok. Atria Hotel).

MALANG (SurabayaPost.id) – Ruang kini tak lagi sekadar soal kapasitas. Di tengah ritme kerja yang makin cepat, suasana dan desain ruang jadi penentu kelancaran sebuah pertemuan. Menjawab kebutuhan itu, Atria Hotel Malang melakukan pembaruan besar pada akhir Desember 2025 dengan mengusung konsep Consciously Javanese: memadukan elemen budaya Jawa dengan desain modern yang elegan.

“Karakter ruang yang tenang, seimbang, dan relevan dengan kebutuhan saat ini,” begitu kesan pertama yang dihadirkan hotel bintang empat di pusat Kota Malang ini.

Kesan Consciously Javanese langsung terasa sejak memasuki area pre-function ballroom. Pencahayaan dengan motif batik kawung menjadi identitas yang halus namun kuat. Pola simetris kawung bukan sekadar estetika. Ia membawa filosofi keseimbangan dan kesempurnaan, nilai yang penting dalam setiap proses pertemuan.

Untuk suasana lebih personal, Bateeq Lounge hadir dengan nuansa santai tanpa kehilangan kenyamanan. Lounge ini fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Ornamen gunungan wayang pada pilar jadi penegas karakter. Gunungan merepresentasikan dinamika dan perjalanan yang terus bergerak, relevan untuk meeting hingga casual gathering.

Kebutuhan fleksibilitas dijawab lewat Ivory Meeting Rooms. Ruang ini dirancang adaptif untuk kelompok kecil hingga skala besar. Konsistensi desain tetap terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan.

Ruang kini tak lagi sekadar soal kapasitas. Di tengah ritme kerja yang makin cepat, suasana dan desain ruang jadi penentu kelancaran sebuah pertemuan. (ist).
Ruang kini tak lagi sekadar soal kapasitas. Di tengah ritme kerja yang makin cepat, suasana dan desain ruang jadi penentu kelancaran sebuah pertemuan. (ist).

Untuk acara lebih luas, tiga ballroom Atria Hotel Malang bisa dipakai terpisah atau digabung jadi satu ruang besar. Pengaturan pun beragam: classroom, U-shape, double U-shape, theater, hingga round table, semua bisa disesuaikan kebutuhan acara.

I Made Tirtayasa, Director of Sales Atria Hotel Malang, menyebut kebutuhan venue hari ini sudah berubah. “Ruang tidak lagi hanya soal kapasitas, tapi bagaimana venue bisa mengikuti alur acara yang dinamis. Fleksibilitas dan kenyamanan jadi hal yang semakin diperhatikan agar kegiatan berjalan efektif tanpa terasa kaku,” ujar I Made Tirtayasa, Selasa (5/5/2026).

Ruang kini tak lagi sekadar soal kapasitas. Di tengah ritme kerja yang makin cepat, suasana dan desain ruang jadi penentu kelancaran sebuah pertemuan. (ist).

Senada, Food & Beverages Manager Atria Hotel Malang Suhendri Syawaludin menegaskan peran kuliner dalam kesuksesan acara. “Setiap acara punya karakter berbeda, termasuk pilihan menu. Kami hadirkan sajian yang bisa menyesuaikan kebutuhan, dari variasi hingga penyajian, supaya pengalaman acara lebih seimbang,” jelasnya.

Pembaruan ini memberi wajah baru yang lebih segar untuk Atria Hotel Malang. Perpaduan desain modern dan sentuhan budaya membuat setiap ruang terasa seimbang, tidak berlebihan, dan nyaman untuk berbagai kebutuhan.

“Ruang yang baik bukan hanya tentang ketersediaan, tapi tentang bagaimana ia mampu mendukung jalannya aktivitas secara alami. Ketika suasana, fungsi, dan desain berjalan selaras, setiap momen pun bisa berlangsung lebih optimal,” tutupnya.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, hubungi WhatsApp +62 812-2016-0853 atau kunjungi Instagram @atriahotelmalang dan website http://parador-hotels.com. (lil).

Baca Juga:

  • Sentuhan Jepang di Sejuknya Malang: Atria Hotel Luncurkan Paket Sushication Deals
  • Atria Hotel Malang Hadirkan Buffet Breakfast Spesial HUT Kota Malang ke-112
  • Rasakan Liburan Idul Fitri yang Nyaman di Atria Hotel Malang
  • Capai 2.656 Tamu Sepanjang Februari, Iftar Atria Hotel Malang Disambut Antusias di Awal Ramadan