SURABAYA (SurabayaPost.id) – Silaturahmi Nasional ke-5 dan Milad ke-18 Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia resmi digelar di Institut Agama Islam YPBWI Surabaya, 1–3 Mei 2026. Acara dibuka oleh Majelis Syuro PPMI, Kak Bimo dan Kak Imung, bersama Rektor IAI YPBWI Surabaya, Dr. Bahrul Ulum, M.P.I., pada Kamis (1/5/2026).
Sebanyak 168 juru kisah dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia hadir dengan antusias. Peserta terbanyak berasal dari Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang, disusul Malang, Bojonegoro, Blitar, Ponorogo, Kebumen, Blora, Solo, Boyolali, Klaten, Gresik, Sragen, Banten, Jakarta, Cianjur, Bandung, Pangandaran, Purwokerto, Palembang, dan daerah lainnya.
“Semua peserta datang dengan semangat tinggi dan biaya sendiri,” kata Ketua Panitia, Kak Dwi Kajo dari Surabaya, Sabtu (2/5/2026).
Ustadz Rokhmad selaku dewan syuro mengapresiasi pelayanan panitia yang ramah dan fasilitas yang membuat peserta betah. Acara dikemas apik oleh pengurus PPMI dan panitia.
Sebelum pemilihan kepengurusan baru, seluruh peserta dibekali ilmu teknik bercerita. Salah satunya Teknik MBG atau Metode Bercerita Gembira. Metode ini membuat suasana penuh tawa dan semangat. Peserta juga mendapat materi lagu, game, hingga tepuk kreatif untuk memperkuat penyampaian kisah.

Musyawarah kepengurusan PPMI periode 2026–2029 menghasilkan keputusan penting. Kak Bimo, Kak Imung, Kak Wuntad, dan dewan syuro sepakat mengangkat Ustadz Rokhmad sebagai Ketua Dewan Syuro. Ustadz Rokhmad juga merupakan anggota DPRD Fraksi PKS Kota Malang.
Hasil musyawarah dewan syuro menetapkan Kak Kempho Antaka dari Semarang sebagai Ketua Umum PPMI. Posisi Sekretaris 1 diamanahkan kepada Kak Mansur dari Pangeran, Sekretaris 2 Kak Bagus dari Kota Malang. Susunan bendahara dan bidang lainnya akan diumumkan paling lambat satu bulan ke depan.
Di akhir kegiatan, Ketua Dewan Syuro terpilih, Ustadz Rokhmad, memimpin doa. Ia berharap pengurus baru amanah dan meniatkan khidmat di PPMI sebagai sarana amal ibadah. “Semoga keluarga besar PPMI terus istikamah dalam gerakan membangun karakter bangsa melalui berkisah, dalam bimbingan rahmat dan pertolongan Allah, hingga husnul khatimah, Aamiin,” tutup Ustadz Rokhmad. (lil).
