MALANG (SurabayaPost.id) – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menerima kunjungan Tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk menilai kesiapan sistem penyediaan air minum dan sanitasi aman. Penilaian ini dalam rangka mendukung keamanan pangan pada implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang, Rabu (15/7/2026).
Rombongan dipimpin langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Pemerataan Pembangunan Regional, Tri Dewi Virgiyanti, S.T., M.E.M. Agenda diawali dengan peninjauan lapangan bersama Walikota Malang untuk melihat langsung infrastruktur air minum dan sanitasi di Kota Malang.
Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis di Kantor Pusat Tugu Tirta. Dalam forum tersebut, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, S.E., S.Sos., M.M., memaparkan kesiapan perusahaan dalam menjamin penyediaan air minum yang sehat, aman, dan halal bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang.
Priyo menjelaskan, Tugu Tirta telah memperkuat seluruh lini layanan. Mulai dari pengelolaan sumber air baku, proses produksi dengan standar ketat, pengawasan kualitas secara berkelanjutan, hingga sistem distribusi ke pelanggan.
Dengan pengalaman panjang dalam melayani kebutuhan air minum masyarakat Kota Malang, Tugu Tirta optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam menyukseskan Program MBG.
“Air minum yang aman merupakan faktor penting dalam menjamin keamanan pangan. Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya membutuhkan makanan yang bergizi, tetapi juga harus didukung ketersediaan air minum yang sehat, aman, dan memenuhi standar. Kami siap mendistribusikan air minum berkualitas ke seluruh SPPG di Kota Malang,” tegas Priyo.
Dalam kesempatan itu, Priyo juga menyampaikan harapan agar hasil assessment Tim Bappenas dapat menjadi langkah awal ditetapkannya Perumda Tugu Tirta sebagai pilot project nasional penyediaan sistem air minum untuk Program MBG.
“Harapan kami, Tugu Tirta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung program strategis nasional melalui penyediaan air minum yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Program MBG menargetkan pemenuhan gizi bagi peserta didik dan kelompok rentan. Kehadiran air minum yang memenuhi standar menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut agar berjalan aman dan berkelanjutan.
Dengan dukungan infrastruktur yang sudah terbangun dan komitmen layanan prima, Tugu Tirta siap menjadi role model nasional dalam integrasi sistem air minum dengan program ketahanan pangan dan gizi. (lil).
