LABUAN BAJO (SurabayaPost.id) – Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan Kelompok Pegiat Konservasi Mangrove Alam Sejati dalam pelaksanaan Program “Rawat Pesisir, Pulihkan Arus” (BISA LESTARI) di Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Bertepatan dengan peringatan HUT ke-61 PT Telkom Indonesia dan menyambut Hari Mangrove Sedunia, kolaborasi ini diwujudkan melalui penanaman 10.000 bibit mangrove, peresmian Rumah Edukasi Alam Sejati Mangrove, serta pengembangan UMKM berbasis olahan mangrove sebagai bagian dari implementasi Go Zero Sustainability Action Telkom yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
Sebagai mitra pelaksana program, BMM berperan dalam mengawal keseluruhan implementasi kegiatan, mulai dari perencanaan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat, pendampingan lapangan, hingga mendorong keberlanjutan program melalui penguatan kapasitas kelembagaan lokal. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen BMM dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande, yang mewakili Bupati Manggarai Barat, menyampaikan apresiasi kepada PT Telkom Indonesia dan BMM atas kolaborasi yang telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Golo Sepang. Menurutnya, penanaman 10.000 mangrove dan pembangunan Rumah Edukasi Alam Sejati Mangrove merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga lingkungan.
Vice President Sustainability PT Telkom Indonesia, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menjelaskan bahwa kawasan pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim sehingga membutuhkan solusi berbasis alam yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi bersama BMM sebagai mitra pelaksana menjadi faktor penting agar manfaat program tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut melalui pendampingan masyarakat, penguatan kelembagaan, dan pengembangan ekonomi berbasis konservasi.
Peresmian Rumah Edukasi Alam Sejati Mangrove menjadi salah satu tonggak penting dalam keberlanjutan program. Melalui fasilitas ini, BMM bersama PT Telkom Indonesia dan Kelompok Pegiat Konservasi Mangrove Alam Sejati akan mendorong pengembangan pusat edukasi lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta inkubasi UMKM berbasis hasil olahan mangrove. Rumah Edukasi Alam Sejati Mangrove diharapkan menjadi ruang belajar, inovasi, dan kolaborasi bagi masyarakat, pelajar, komunitas, hingga wisatawan dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Kolaborasi antara PT Telkom Indonesia, BMM, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan Kelompok Pegiat Konservasi Mangrove Alam Sejati menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan memerlukan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan. Bagi BMM, kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan program pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui Program BISA LESTARI, BMM terus berupaya menjadi mitra strategis dalam menghadirkan dampak yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui konservasi yang memberikan manfaat bagi generasi hari ini maupun generasi mendatang. (**).
