BLITAR (SurabayaPost.id) – Suasana berbeda tampak di UPT SDN Temenggungan 01, Desa Temenggungan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026). Halaman sekolah yang biasanya menjadi tempat siswa bermain berubah menjadi ruang belajar terbuka. Puluhan siswa tampak antusias membawa tanaman hias, mencampur media tanam, hingga memindahkan tanaman dari polybag ke dalam pot dengan didampingi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) mengajak 75 siswa dari kelas I hingga VI belajar mencintai lingkungan melalui aksi nyata penghijauan sekolah.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja UM BBM yang bertujuan memberikan pengalaman belajar kontekstual kepada siswa sekolah dasar sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Selain mempercantik lingkungan sekolah, kegiatan ini juga menjadi media edukasi mengenai pentingnya konservasi lingkungan melalui aktivitas sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan demonstrasi yang dipandu oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang mengenai pemilihan media tanam, pencampuran tanah dan sekam, serta teknik memindahkan tanaman dari polybag ke dalam pot. Pada sesi praktik, Silmi Mustikowati Utami bertindak sebagai mahasiswa pemandu yang mendampingi siswa dalam setiap tahapan penanaman agar dilakukan dengan benar. Setelah memperoleh penjelasan, seluruh siswa mempraktikkan secara langsung proses penanaman menggunakan tanaman hias atau bunga yang mereka bawa dari rumah. Tanaman yang telah ditanam kemudian ditempatkan di berbagai sudut sekolah sebagai bagian dari upaya penghijauan dan penataan lingkungan sekolah.
Metode pembelajaran berbasis praktik (learning by doing) membuat siswa tidak hanya memahami teori mengenai pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merawat tanaman. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari menyiapkan media tanam hingga menata hasil tanaman di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah secara berkelanjutan.

Program penghijauan sekolah ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya Target 4.7, melalui penyelenggaraan pembelajaran kontekstual yang memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pembangunan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui aksi penghijauan sekolah, konservasi lingkungan, dan penumbuhan kepedulian terhadap ruang hijau sebagai bagian dari pelestarian ekosistem daratan. Kolaborasi antara Universitas Negeri Malang, mahasiswa UM BBM, guru, dan UPT SDN Temenggungan 01 juga merupakan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kemitraan pendidikan yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dr. Meidias Abror Wicaksono, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pendamping Lapangan UM BBM Desa Temenggungan, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna melalui praktik secara langsung.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendengar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi benar-benar merasakan dan mempraktikkannya. Dari kegiatan sederhana seperti menanam tanaman ini diharapkan tumbuh rasa tanggung jawab untuk menjaga sekolah tetap hijau, bersih, dan asri. Mahasiswa hanya menjadi pemantik, sedangkan keberlanjutan kegiatan berada di tangan siswa dan guru yang akan terus merawat tanaman tersebut,” ujarnya.

Koordinator Desa UM BBM Temenggungan, Salma Lathifatul Ulum, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang mengintegrasikan pendidikan dengan aksi nyata di masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti menanam dan merawat tanaman. Harapannya, kebiasaan baik ini terus tumbuh dan menjadi budaya di lingkungan sekolah sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Sementara itu, Silmi Mustikowati Utami selaku mahasiswa pemandu kegiatan mengaku senang melihat antusiasme para siswa selama mengikuti praktik penanaman.
“Melihat semangat adik-adik saat belajar menanam menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Mereka tidak hanya belajar cara menanam tanaman, tetapi juga memahami bahwa setiap tanaman yang telah ditanam membutuhkan perhatian dan perawatan. Kami berharap pengalaman sederhana ini mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini serta menjadi kebiasaan positif yang terus dilestarikan di sekolah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Ke depan, program penghijauan sekolah diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh guru dan siswa melalui perawatan rutin terhadap tanaman yang telah ditanam, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih hijau, sehat, dan nyaman sekaligus memperkuat budaya konservasi lingkungan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
