MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang kembali mewisuda ratusan sarjana dan magister dalam Wisuda ke-43 yang digelar di Ijen Suites Hotel, Kamis (10/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Rektor UIBU Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si*l menyampaikan capaian luar biasa kampus: 98% lulusan sudah bekerja dan mencanangkan UIBU sebagai Perguruan Tinggi World Class Entrepreneurship.
“Wisudawan program Sarjana S1 dan Pascasarjana S2 ini kami ajak dan kami kembalikan kepada masyarakat untuk mengabdi bagi pembangunan dan kesejahteraan Negara Republik Indonesia,” tegas Nurcholis di hadapan wisudawan, orang tua, dan tamu undangan.
Rektor menjelaskan, sejak masih bernama IKIP Budi Utomo hingga bertransformasi menjadi Universitas IBU, kampus telah meluluskan 53.000 alumni.
Dari jumlah tersebut, 80% sudah berkeluarga dan 98% telah bekerja. Para alumni tersebar di berbagai sektor strategis. Mulai dari Pegawai Negeri Sipil, TNI-Polri, guru di sekolah dan madrasah, hingga pelaku wirausaha.
“Khusus untuk wirausaha saat ini sudah 7%. Angka ini akan terus kami dorong naik,” ujarnya.

Melihat tren tersebut, Nurcholis menegaskan UIBU tidak ingin lulusannya hanya bergantung pada sektor formal atau menjadi PNS.
“Karena itu Universitas IBU mencanangkan diri sebagai Perguruan Tinggi World Class Entrepreneurship. Semua hal yang terkait dunia kerja, ikhtiar dan usaha semua lulusan dan mahasiswa, kami arahkan supaya menjadi insan-insan entrepreneur,” jelasnya.
Pencanangan itu sejalan dengan peningkatan mutu akademik. Alhamdulillah, saat ini UIBU telah meraih akreditasi Baik Sekali.
Seluruh Program Studi di lingkungan Pascasarjana seperti Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Ekonomi, serta Fakultas Teknik, juga telah terakreditasi Baik Sekali.
Prestasi terbaru datang dari Program Studi (Prodi) Sejarah dan Sosiologi yang pada bulan Agustus 2026 lalu berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
“Mohon kepada wisudawan Prodi Sejarah untuk berdiri. Selamat! Unggul itu predikat tertinggi, tapi bebannya juga berat kalau sampai turun,” kata Rektor sambil mengajak hadirin bertepuk tangan.

Ia meminta alumni Sejarah dan Sosiologi ikut menjaga kualitas prodi agar tetap mempertahankan predikat Unggul. Sementara untuk prodi lain, Rektor menargetkan menyusul meraih Unggul di tahun ini dan tahun depan.
Wisuda ke-43 ini juga mencatatkan rekor. Program Pascasarjana UIBU meluluskan 104 wisudawan, jauh melampaui jumlah biasanya yang hanya 30-40 orang.
“Ini rekor untuk kita. Biasanya 30, 40, hari ini Pascasarjana 104,” ucap Nurcholis bangga.
Di akhir sambutan, Rektor menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada orang tua, wali, suami, dan istri wisudawan.
“Tanpa panjenengan semua, ini tidak akan terwujud. Terima kasih dan sujud kepada orang tua karena telah mendharmabaktikan selama 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2,” ujarnya.
Nurcholis juga menginformasikan bahwa UIBU adalah salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan kebijakan wisuda langsung menerima ijazah. (lil).
