Kebakaran Dapur Gizi RSSA, Security Sempat Halau Wartawan. Direktur Minta Maaf

Menanggapi kejadian tersebut, Direktur RSSA Malang Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para awak media.
Menanggapi kejadian tersebut, Direktur RSSA Malang Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para awak media.

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Kebakaran melanda area dapur gizi RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Di tengah upaya penanganan darurat, insiden ini sempat diwarnai pengamanan ketat oleh petugas keamanan terhadap awak media yang meliput di lokasi.

Beberapa awak media yang mendekati area kebakaran sempat diminta menjauh oleh oknum security.
“Dari media ya? Keluar dulu, ayo ayo keluar,” ucap salah satu petugas. Bahkan ia meminta bantuan rekan security lain untuk menghalau awak media dari zona berbahaya.

Menanggapi kejadian tersebut, Direktur RSSA Malang Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para awak media dan masyarakat.

Bachtiar menjelaskan, pembatasan akses itu merupakan prosedur pengamanan darurat yang berlaku bagi semua pihak. Tujuannya semata-mata demi keselamatan bersama dan mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Langkah pengamanan darurat itu berlaku ketat bagi semua pihak, termasuk keluarga pasien yang kami instruksikan untuk keluar dari zona berbahaya,” ujar Bachtiar di RSSA saat menggelar konferensi pers, Rabu (9/9/2026) malam.

“Itu dilakukan agar tidak ada korban jiwa. Bahkan keluarga pasien kami minta keluar. Hanya petugas pemadam kebakaran yang boleh masuk,” lanjutnya.

Kebakaran Dapur Gizi RSSA, Security Sempat Halau Wartawan. Direktur Minta Maaf, Rabu 9 September 2026.
Kebakaran Dapur Gizi RSSA, Security Sempat Halau Wartawan. Direktur Minta Maaf, Rabu 9 September 2026.

Menurutnya, situasi kebakaran memerlukan jalur evakuasi dan akses yang steril agar petugas dapat bekerja cepat. Manajemen memahami kekecewaan awak media, namun keselamatan menjadi prioritas utama saat krisis.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen RSSA fokus memastikan situasi kembali kondusif dan seluruh prosedur keselamatan darurat dijalankan optimal bersama tim pemadam kebakaran Kota Malang.

Bachtiar juga menyampaikan komitmen rumah sakit untuk mengevaluasi prosedur komunikasi dan pengamanan saat kondisi darurat. Ke depan, RSSA akan menyiapkan jalur khusus bagi media untuk mendapatkan informasi tanpa mengganggu proses penanganan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami sangat menghargai peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ke depan akan kami perbaiki mekanismenya,” tegasnya.

Meski terjadi kebakaran, manajemen menegaskan aktivitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), poliklinik rawat jalan, maupun unit rawat inap secara keseluruhan tetap berjalan aman dan normal.

Sebelumnya diberitakan, 19 pasien anak sempat dievakuasi ke Grand Pavilion sebagai langkah antisipasi dampak asap. Seluruh pasien dalam kondisi stabil dan pelayanan makanan bagi pasien juga tidak terganggu.

Pihak RSSA memastikan keselamatan pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat. (lil)

Baca Juga:

  • Direktur RSSA Pastikan Pasien Aman dan Layanan Normal Pasca Kebakaran Dapur Gizi
  • Proses Lelang Dianggap Cacat Hukum, Pengelola Lama Parkir RSSA Desak Lelang Dihentikan
  • Polri Dan Forkopimda Jatim Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan Di RSSA Malang
  • Polresta Malang Kota Gandeng RSSA, Ajarkan Pelatihan Gawat Darurat Terhadap Komunitas Ambulans