MANGGARAI NTT (SurabayaPost.id) – Delapan hari pasca gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung belum sepenuhnya dapat mereka gunakan. Di tengah ketidakpastian itu, kebutuhan paling sederhana berupa makanan, air minum, pakaian, dan selimut menjadi sesuatu yang begitu berarti.
Merespon hal tersebut, Cleantexs bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) mendistribusikan bantuan logistic. Bantuan logistik tersebut disalurkan kepada penyintas di tiga lokasi, yakni Dusun Pring Rahman, Desa Satarpunda Barat, Kabupaten Manggarai sebanyak 115 KK; Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 241 KK; serta Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai sebanyak 304 KK.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau 660 kepala keluarga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Bagi tim penyalur, perjalanan menuju lokasi pengungsian bukanlah perjalanan yang singkat. Dari titik pembelian logistik, tim BMM membutuhkan waktu sekitar 3–4 jam untuk menjangkau tiga lokasi penyaluran. Jarak yang jauh serta kondisi wilayah yang terisolir menjadi tantangan tersendiri dalam membawa bantuan hingga benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Setiap perjalanan ditempuh dengan satu tujuan, yaitu memastikan bantuan dari para pihak yang peduli dapat hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana. Bantuan yang disalurkan meliputi selimut, pakaian, serta paket pangan yang terdiri dari beras, gula, telur, biskuit, air mineral dan mi instan.
Di tengah suasana pengungsian, rasa haru dan terima kasih terlihat dari para penerima manfaat.
Salah seorang penyintas di lokasi pengungsian Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Cleantexs dan BMM.
“Kami berdoa kepada setiap donatur yang berbaik hati, yang telah menyumbangkan sebagian hartanya. Semoga diberikan kesehatan selalu, rezeki yang melimpah dan umur yang panjang. Amin,” ujar salah satu penyintas.

Bagi Cleantexs dan BMM, aksi tanggap kebencanaan ini bukan semata tentang menyalurkan logistik. Lebih dari itu, bantuan menjadi bentuk kepedulian untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan dukungan selama menjalani masa pemulihan.
Bantuan tersebut mungkin tidak dapat mengembalikan rumah yang rusak atau menghapus rasa kehilangan. Namun setidaknya, bantuan itu dapat membuat satu keluarga merasa sedikit lebih kuat untuk melewati hari berikutnya.
Clean Texs dan BMM berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para penyintas sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun akan memiliki arti ketika diberikan kepada mereka yang sedang membutuhkan.
Semoga para penyintas gempa NTT diberikan kekuatan, kesehatan dan ketabahan untuk melalui masa pemulihan. Dan semoga setiap kebaikan dari para donatur dan pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini menjadi amal yang terus mengalir serta mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. (**).
