Tepis Spekulasi, FK UB Ungkap Fakta Insiden Mahasiswa Yang Kini Dirawat di RSSA

Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An, saat menggelar konferensi pers, Jumat (11/9/2026).
Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An, saat menggelar konferensi pers, Jumat (11/9/2026).

MALANG (SurabayaPost.id) – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi salah satu mahasiswanya yang jatuh dari lantai 6 dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An, menegaskan kampus saat ini fokus pada pemulihan korban dan telah berkoordinasi dengan rektorat serta pihak rumah sakit.

“Secara umum dapat kami sampaikan bahwa kemarin sudah dilakukan tindakan oleh tim dokter dari berbagai spesialis di RSSA. Sudah dilakukan rangkaian operasi, dan kemarin malam sekitar jam 5 operasinya sudah selesai. Saat ini mahasiswa kami dalam perawatan lebih lanjut di ICU,” ungkap dr. Hanif, Jumat (11/9/2026).

Ia menambahkan kondisi korban saat ini stabil pasca operasi. Pihak keluarga juga telah hadir mendampingi langsung di rumah sakit.

dr. Hanif menepis sejumlah spekulasi yang beredar di media sosial. Isu yang beredar antara lain terkait kegagalan PK2Maba, tekanan akademik, hingga perundungan senior.

Terkait PK2Maba, ia memastikan mahasiswa tersebut sudah menyelesaikan kewajibannya.
“Itu sudah clear, sudah selesai. Yang bersangkutan dinyatakan lulus PK2Maba. Dan tidak ada kaitan apa pun dengan itu, jadi kami tidak melihat ada indikasi insiden ini terkait dengan sesuatu dengan PK2Maba,” tegasnya.

Untuk rekam akademik, mahasiswa semester 3 itu justru tercatat berprestasi.
“Tidak ada hal yang mengarah kepada kesulitan maupun tekanan, apalagi dari kakak kelas atau bullying, tidak ada. Kami konfirmasi bahwa beliau dalam kondisi sehari-hari kuliah yang baik, kehadiran baik, prestasi baik. IPK beliau ini 3,8. Jadi bukan anak yang kesulitan dalam akademik,” papar dr. Hanif.

Lebih lanjut, dr. Hanif menyebut korban dikenal aktif membantu mahasiswa di bawah semesternya dan rutin melakukan konsultasi dengan Dosen Penasihat Akademik (DPA). Berdasarkan pantauan tersebut, FK UB juga membantah rumor adanya persoalan keluarga sebagai pemicu.

Terkait lokasi kejadian yang berada di Gedung Fakultas Pertanian, dr. Hanif menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.

“Dari pihak kami belum mendapat hasil resmi dari kepolisian mengenai motif, penyebab, dan sebagainya. Semua masih diselidiki oleh kepolisian,” pungkasnya. (lil)

Baca Juga:

  • “Kota di Dalam Kota” Jadi Lebih Hijau: UB Gaspol Smart Green Campus dan Zero Waste
  • Polisi Beberkan Kronologi Penanganan Insiden Jatuhnya Mahasiswa UB
  • Insiden di UB Malang, Seorang Mahasiswa FK Diduga Terjatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Penyebabnya
  • Ratusan Mahasiswa FTAB UB Turun ke 57 Kelurahan Malang, Bawa 57 Inovasi & Gerakan “Cabenisasi” Lawan Inflasi