“Kota di Dalam Kota” Jadi Lebih Hijau: UB Gaspol Smart Green Campus dan Zero Waste

Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM atau Prof. Neneng (dua dari kiri) saat konferensi pers, Jumat (11/9/2026).
Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM atau Prof. Neneng (dua dari kiri) saat konferensi pers, Jumat (11/9/2026).

MALANG – Universitas Brawijaya (UB) mengambil langkah serius dalam mewujudkan kampus berkelanjutan. Melalui UPT UB Green Campus yang dibentuk sejak Oktober 2023, UB menjalankan dua program prioritas Rektor: Smart Green Campus dan Zero Waste Management Berbasis Sirkular Ekonomi.

Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM atau Prof. Neneng, mengatakan UPT ini menjadi motor penggerak UB untuk meningkatkan kelestarian lingkungan.

“Tugas kami tidak hanya berdampak ke civitas akademika, tapi juga memberikan dampak signifikan ke lingkungan sekitar kampus dan di luar kampus,” ujar Prof. Neneng di Malang saat konferensi pers, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, program Smart Green Campus menyasar efisiensi energi listrik, efisiensi air, penurunan emisi, biodiversitas, edukasi, dan kampanye kesadaran lingkungan.

Meski baru berjalan tahun pertama, seluruh unit UB sudah bergerak. Sebanyak 20 fakultas, PSDKU Jakarta, PSDKU Kediri, dan Pascasarjana turut berkontribusi. Pada 17 Agustus 2026 lalu, UB bahkan sudah mengumumkan 3 pemenang Smart Green Campus.

Beberapa inovasi nyata yang sudah diterapkan:

  1. Rainwater harvesting system di FTAB untuk memanen air hujan sebagai air siram
  2. Free water refill station di hampir semua fakultas guna mendukung budaya bring your own tumbler
  3. Panel surya di FEB yang terintegrasi sistem monitoring untuk menghitung energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon

“Bangun budaya itu sulit, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Tapi tahun ini adalah starting point bagi UB. Harapannya program ini juga mendongkrak branding sustainability UB di UI GreenMetric, QS Sustainability, dan THE Impact,” jelas Prof. Neneng.

Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM atau Prof. Neneng (dua dari kiri) saat konferensi pers, Jumat (11/9/2026).
Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM atau Prof. Neneng (dua dari kiri) saat konferensi pers, Jumat (11/9/2026).

Untuk menjangkau mahasiswa, UB membentuk Duta Kampus Lestari. Mereka bertugas membuat materi diseminasi agar pesan lingkungan lebih kena ke Gen Z.

UB juga menggandeng mitra industri seperti LyondellBasell melalui CSR berupa edukasi pemilahan sampah dan reverse vending machine yang diluncurkan saat Car Free Day Kampus 22 Mei 2026. Kolaborasi juga dilakukan dengan Kampung Lingkar Kampus Kota Malang.

Program Car Free Day (CFD) Kampus di sekitar Rektorat pun menjadi ruang baru. “UB ini seperti kota di dalam kota karena kendaraan sangat banyak. Di CFD, mahasiswa bisa senam, jalan sehat, bersepeda. Ada juga layanan cek kesehatan gratis dari RSGM dan PERKI,” katanya.

Program kedua adalah Zero Waste berbasis sirkular ekonomi. Mengacu mandat pemerintah, UB ingin menjadi role model pengelolaan limbah kampus.

Saat ini UB sedang merancang 6 blueprint: limbah B3, limbah organik-anorganik, IPAL dan daur ulang, serta e-waste.

Untuk limbah organik dan anorganik, site location sudah disiapkan. Dari blueprint tersebut ditargetkan ada 11 produk turunan yang bisa dimanfaatkan kembali oleh UB atau masyarakat sekitar.

“Konsep ini juga kami desain sebagai living laboratory. Mahasiswa dan dosen bisa riset di sini. Saat ini sudah ada mahasiswa magang dan PKL yang mengukur serapan karbon di RTH UB. Data ini penting sebagai baseline untuk menghitung emisi karbon kampus,” pungkas Prof. Neneng. (lil)

Baca Juga:

  • Tepis Spekulasi, FK UB Ungkap Fakta Insiden Mahasiswa Yang Kini Dirawat di RSSA
  • Polisi Beberkan Kronologi Penanganan Insiden Jatuhnya Mahasiswa UB
  • Insiden di UB Malang, Seorang Mahasiswa FK Diduga Terjatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Penyebabnya
  • Ratusan Mahasiswa FTAB UB Turun ke 57 Kelurahan Malang, Bawa 57 Inovasi & Gerakan “Cabenisasi” Lawan Inflasi