Buntut Kekerasan di SMPN 18 Viral, DPRD Kota Malang Sepakat Kepsek Digembleng ala Militer

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono. (ist).
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono. (ist).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Kasus dugaan kekerasan di lingkungan SMPN 18 Malang yang viral di media sosial berbuntut panjang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan langkah pembenahan dengan menggembleng seluruh kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Malang melalui retreat pembinaan ala militer.

Rencana tersebut langsung mendapat dukungan dari DPRD Kota Malang. Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menilai langkah itu tepat sebagai upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang.

Menurut Trio, retreat ala militer bisa menjadi sarana evaluasi menyeluruh bagi kepala sekolah, baik dari sisi kepemimpinan, manajemen sekolah, hingga pola penanganan konflik di lingkungan pendidikan.

“Saya pikir itu hal yang bagus. Sebagai refreshing, mengingat mungkin banyak hal yang perlu dievaluasi agar itu juga bisa memberikan dampak positif untuk pendidikan yang ada di Kota Malang,” ujarnya saat ditemui, Rabu (7/10/2026).

Trio menilai, tantangan dunia pendidikan saat ini jauh berbeda dibanding masa lalu. Pola pendekatan terhadap siswa generasi sekarang tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama yang mengedepankan kekerasan fisik.

“Menghadapi generasi saat ini kan sudah berbeda pendekatannya. Tidak bisa memakai pendekatan seperti dulu, mungkin secara fisik biasa. Sekarang ini kan adanya sosial media, potensi viral itu kan akan cepat. Jadi harus lebih hati-hati, termasuk menghindari sentuhan-sentuhan fisik di dalam melakukan proses pendidikan,” jelasnya.

Ia bahkan mendorong agar program retreat tidak hanya menyasar kepala sekolah, tetapi juga para guru. Sebab, guru adalah pihak yang paling dekat dan berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari.

Kasus di SMPN 18 Malang sendiri saat ini telah menjadi perhatian publik dan tengah ditangani aparat kepolisian. Polresta Malang Kota dikabarkan telah menerima laporan dari sejumlah orang tua siswa terkait dugaan kekerasan tersebut.

DPRD berharap, retreat yang digagas Pemkot Malang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau penyegaran sesaat. Harus ada materi pembekalan yang konkret untuk memperkuat kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin sekaligus teladan.

“Kalau hanya refreshing saja tidak cukup. Harus ada pembekalan yang membuat kepala sekolah lebih siap menjadi pemimpin yang humanis dan profesional,” pungkas Trio. (lil).

Baca Juga:

  • Urusan Perut! DPRD Kota Malang Soroti Nasib 700 Sopir Angkot Usai Pendapatan Anjlok Gara-gara Trans Jatim
  • Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Trans Jatim Koridor II, DPRD Kota Malang Siap Panggil Pemprov Jatim
  • Usai Kasus SMPN 18 Viral, Wawali Malang Instruksikan Tiap Sekolah Bentuk Satgas Anti Kekerasan
  • Kasus Dugaan Kekerasan SMPN 18 Malang Bertambah, Dua Siswa Telah Divisum