Lulusan Terbaik Magister Hukum Unidha Malang, Dwi Purwaningtyas Siap Diwisuda 10 Oktober 2026

Lulusan Terbaik Magister Hukum Unidha Malang, Dwi Purwaningtyas Siap Diwisuda 10 Oktober 2026. (ist).
Lulusan Terbaik Magister Hukum Unidha Malang, Dwi Purwaningtyas Siap Diwisuda 10 Oktober 2026. (ist).

MALANG (SurabayaPost.id) – Dwi Purwaningtyas menjadi salah satu lulusan terbaik Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hukum Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang yang akan diwisuda pada 10 Oktober 2026 mendatang.

Ia tak hanya mencatatkan prestasi akademik tertinggi di angkatannya, namun juga aktif berkontribusi dalam dunia literasi hukum melalui berbagai tulisan ilmiah.

Alumni yang juga menyelesaikan S1 Hukum di Unidha ini dikenal produktif menulis artikel opini keilmuan dan naskah akademik yang dipublikasikan secara luas, terutama terkait isu penegakan hukum di perguruan tinggi dan hukum adat.

Beberapa karya ilmiahnya yang disusun bersama tim akademisi Magister Ilmu Hukum Unidha Malang antara lain berjudul “Satu Subjek Pajak, Tiga Pemungut Pajak” yang menganalisis kepatuhan hukum wajib pajak serta konflik kebijakan antara hukum perdagangan dan hukum perpajakan.

Dwi Purwaningtyas (tengah) menjadi salah satu lulusan terbaik Prodi Magister Ilmu Hukum Unidha Malang yang akan diwisuda pada 10 Oktober 2026 mendatang.
Dwi Purwaningtyas (tengah) menjadi salah satu lulusan terbaik Prodi Magister Ilmu Hukum Unidha Malang yang akan diwisuda pada 10 Oktober 2026 mendatang.

Karya lainnya berjudul “Ketika Hukum Adat, Agama, dan Negara Bertemu di Lautan Budaya”, sebuah artikel opini yang mengkaji titik temu hukum adat di tengah dinamika penegakan hukum nasional.

Prestasi Dwi tersebut rupanya sudah terlihat sejak ia menempuh pendidikan S1.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unidha Malang, Sigit Budi Santoso, SH., MH., yang pernah menjadi dosen Dwi saat S1, mengaku tidak kaget dengan capaian gemilang tersebut.

“Kalau ngajar Dwi Purwaningtyas waktu S1, ya memang saya ngajar. Dia pinter, aktif juga kuliahnya. Koordinasi dengan teman-temannya juga bagus. Memang sudah terlihat menonjol, beda dengan mahasiswa kebanyakan,” ujar Sigit, Rabu (7/10/2026).

Dwi Purwaningtyas (tengah) pose usai yudisium. (ist).
Dwi Purwaningtyas (tengah) pose usai yudisium. (ist).

Menurutnya, kemampuan pengorganisasian tugas dan manajemen Dwi sangat baik, termasuk saat mengurusi kegiatan Kuliah Kerja (KKN) Mahasiswa.

“Jadi tidak kaget kalau di S2 prestasinya meningkat, karena di S1 sudah kelihatan. Pengorganisasian tugas-tugas itu bagus. Waktu S1 dia rajin, pinter,” pungkas Sigit yang mengaku mengajar Dwi selama empat semester.

Capaian Dwi Purwaningtyas ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Unidha Malang lainnya untuk tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga aktif mengasah kemampuan berpikir kritis melalui literasi dan karya ilmiah. Konsistensinya dalam menulis isu-isu hukum menunjukkan bahwa lulusan magister mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu hukum di tengah masyarakat. (lil).

Baca Juga:

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kelestarian Budaya, Unidha Malang Sambut Rombongan Universiti Malaya
  • Pluralisme Hukum Waris di Indonesia: Antara Identitas Agama, Hak Konstitusional, dan Living Law
  • Pajak Bukan Sekadar Kewajiban, Negara Juga Memiliki Kewajiban
  • Unidha Malang Gelar Kuliah Tamu tentang Regulasi AI: Menuju Era Hukum yang Lebih Adaptif