Aduh…!  Dua Keponakan Mendikbud Tidak Diterima di SMA Negeri

19 June 2019 - 12:35 WIB
Si kembar keponakan Mendikbud RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, Cantik dan Cinta saat wisuda di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo
Si kembar keponakan Mendikbud RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, Cantik dan Cinta saat wisuda di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo

SIDOARJO  (SurabayaPost.id) – Aduh. .! Dua orang keponakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP tidak diterima di SMA Negeri 1 Sidoarjo dalam Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) 2019/2020. Kedua keponakan Mendikbud tersebut adalah si kembar Al Uyuna Galuh Cintania dan Al Uyuna Galuh Cantika.

Mereka dinyatakan tidak diterima di SMA Negeri tersebut  baik melalui jalur prestasi maupun zonasi. Galuh Cintania Cinta mendaftar lewat jalur prestasi dengan modal medali emas kejurnas pencak silat dan medali perak lomba robot tingkat nasional.

Sedangkan Cantika bermodal medali emas lomba story telling tingkat nasional dan medali perak lomba film indie tingkat nasional. Si kembar itu lulusan SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo.

Untuk jalur zonasi, rumah mereka kalah dekat dengan yang lain yaitu berjarak 2,4 Km. Adapun yang diterima ruma paling jauh 1.200 meter.

Tri Sulistyowati, ibunda Si Kembar mengaku, banyak famili dan temannya yang menyatakan heran.  Bahkan mempertanyakan keponakan Mendikbud yang tidak bisa lolos ke SMA Negeri. Sebab mereka –mestinya–  bisa menggunakan katebelece dari Mendikbud.

“Kami tidak menggunakan cara-cara semacam itu karena tidak barokah. Kalau kami minta tolong Pak Menteri untuk meloloskan anak saya, itu sama saja mendorong beliau menyalahgunakan kekuasaan,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Menurut Cinta, panggilan akrab Al Uyuna Galuh Cintania, rencana masuk ke SMA Negeri 1 Sidoarjo itu keinginan mereka berdua karena hendak mengikuti jejak kakaknya yang nomor dua. Selain itu, SMAN juga gratis SPP dan mendapat bantuan seragam sekolah sehingga meringankan beban orang tua.

“Kalau mama sejak awal ingin kami di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo seperti kakak pertama. Maka kami juga sudah mendaftar di Smamda jalur prestasi. Dan alhamdulillah kami diterima,” kata Cinta.

Adapun sikap ayahnya,  kata dia, mempersilahkan mendaftar di SMAN maupun Smamda. “Yang penting berusaha, selebihnya serahkan kepada Allah. Apapun keputusan Allah harus kita terima. Kami yakin Smamda ini pilihan terbaik dari Allah,” tambah Cantika. (aji)