Angkat UMKM, Google & BTPN Berkolaborasi Kembangkan Ekonomi Digital

26 October 2018 - 07:15 WIB
Imas dan Andre saat mengurai soal kolaborasi Google dan BTPN
Imas dan Andre saat mengurai soal kolaborasi Google dan BTPN

MALANG (SurabayaPost.id) – Google berkolaborasi dengan BTPN menggelar pelatihan bisnis online di Malang, Kamis (25/10/2018).

Menurut Manajer Operasional Google Gapura Digital, Imas Handayani, pelatihan itu untuk mengangkat UMKM. “Namanya, Gerakan pelatihan usaha digital,” kata dia.

Dijelaskan dia bila gerakan itu sebagai upaya untuk mengangkat Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia. Sebab lewat pelatihan yang digelar, hasilnya cukup menjanjikan.

Dia contohkan pengelola Moga River Park, Ikmaludin Azis. Sebelum ikut pelatihan di Gapura Digital Google, hanya melayani 60 visitor. “Sekarang sudah jadi 600 visitor,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Andrie Darusman, Daya Head BTPN. Menurut dia, BTPN mengimplementasikan model bisnis yang mengintegrasikan misi sosial dan misi bisnis dalam produk, layanan, serta kegiatan sehari-hari.

Sinergi antara kedua misi tersebut tercermin melalui Daya. Daya adalah sebuah program pemberdayaan yang dilaksanakan BTPN secara berkelanjutan dan terukur.

Daya diperuntukkan bagi seluruh nasabah BTPN yang terdiri dari para pensiunan, pelaku UMKM, serta komunitas prasejahtera produktif.

“Inti dari program ini adalah kami menjadi partner, atau mitra nasabah dalam mencapai pertumbuhan usahanya. Kami meyakini, untuk bisa bertumbuh, nasabah tidak hanya membutuhkan akses keuangan, tetapi juga pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka,” kata Andrie Darusman, Daya Head BTPN.

Andrie menjelaskan implementasi Program Daya disesuaikan dengan profil, karakter dan kebutuhan nasabah. Maka itu, modul pelatihan yang diberikan relevan dengan tantangan yang mereka hadapi.

Antara lain modul mengenai perencanaan bisnis, manajemen keuangan, strategi menjaga loyalitas pelanggan hingga mengakses pasar menggunakan platform digital (e-commerce).

“Karena materi pelatihan yang dibutuhkan nasabah semakin kompleks, dan untuk memperluas jangkauan Daya, kami memperkenalkan Daya.id. Hal ini merupakan ikhtiar kami dalam meningkatkan kapasitas nasabah dengan memanfaatkan teknologi,” kata Andrie.

Melalui www.daya.id, nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang untuk mengikuti pelatihan. Mereka dapat mengakses berbagai informasi, kiat, dan pelatihan melalui www.daya.id dari mana saja dan kapan saja.

Www.daya.id memiliki berbagai fitur, di antaranya Tips dan Info Terkini yang berisi beragam artikel praktis tentang usaha dan kesehatan; Pelatihan Online yang merupakan modul/materi pelatihan dalam bentuk video singkat dan slide presentasi oleh para ahli terpercaya di bidang usaha dan kesehatan.

“Kami juga menyiapkan fasilitas tanya jawab yang diasuh oleh para ahli, kanal Peluang Usaha yang berisi sumber informasi usaha dan waralaba bagi yang sedang menjajaki peluang bisnis dan rubric Kisah Sukses terdiri dari cerita inspiratif dari pelaku usaha dan kesehatan dalam meraih kesuksesan,” kata Andrie.

Selain itu, BTPN juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memberikan pemahaman mengenai seluk beluk digital economy bagi para pelaku UMKM.

Harapannya, pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum tren digital untuk meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan bisnisnya.

“Hari ini kami bersinergi dengan Google untuk berbagi pengalaman mengenai pentingnya go online dan bagaimana para pelaku UMKM mengoptimalkan internet sebaik mungkin,” kata Andrie.

Febrina Herlambang, Corporate Brand Marketing Manager, Google Indonesia menjelaskan, Google memiliki komitmen yang sama dalam memberdayakan dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM secara digital.

Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan teknis dalam mengembangkan bisnis secara online.

“Kami menyebutnya Gapura Digital. Ini merupakan program pelatihan langsung yang dapat diikuti oleh siapa saja secara gratis untuk belajar tentang berbagai keterampilan penggunaan teknologi online, mulai dari tren digital, tips membuat website yang efektif, hingga pemanfaatan Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM),” kata Febrina.

Febrina menambahkan, pelaku UMKM semakin dituntut lebih kreatif dalam menjalankan bisnisnya.

“Berdasarkan masukan yang kami terima dari para peserta kelas Gapura Digital, kami melihat bahwa mereka merasa terbantu dengan pelatihan dan pengetahuan tentang digital yang mereka terima di kelas kami. Dengan menampilkan bisnis mereka secara online di internet, bisnis mereka lebih mudah ditemukan oleh pelanggan baru yang diharapkan juga bisa meningkatkan bisnis mereka”, kata Febrina.

Febrina menyambut baik kolaborasi dengan BTPN ini, karena sama sama memiliki keberpihakan dan kepedulian terhadap pengembangan UMKM. Program ini juga diharapkan bisa diduplikasi di daerah lain, sehingga jumlah UMKM yang bisa go digital terus tumbuh. (ai/ah)