Aplikasi Go Tani Sempurnakan Cita-Cita Gus Yani Tingkatkan Ekonomi Nelayan Tradisional

24 December 2022 - 15:41 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gua Yani) menyempurnakan kemudahan nelayan tradisional mendapatkan bahan bakar mesin (BBM) bersubsidi dengan meluncurkan Go Tani Perikanan, di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Jumat (23/12/22). Sebelumnya melalui PT Gresik Migas (GM), Pemerintah Kabupaten Gresik telah membangun Stasiun Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di basis masyarakat nelayan.

Disampaikan Gus Yani, aplikasi Go Tani Perikanan akan digunakan transaksi oleh nelayan untuk mendapatkan BBM subsidi. Karena sebelumnya BBM subsidi untuk nelayan dititipkan di SPBU yang menyebabkan nelayan kesulitan mendapatkan BBM murah. Dengan adanya SPBN dan aplikasi Go Tani Perikanan ini harapan bisa memperbaiki dan meningkatkan pendapatan ikan nelayan agar taraf hidup nelayan meningkat, karena mudah mendapatkan BBM.

“Peluncuran Go Tani Perikanan adalah untuk menyempurnakan kemudahan masyarakat nelayan. Karena sebelumnya SPBN sudah ada. Dengan harapan pencatatan transaksi BBM akan lebih mudah. Membuat SPBN dan Go Tani ini jangan dikira tidak ada yang protes. Saya dan bu wabup dan Gresik Migas di protes dan bahkan dicurigai. Apakah nanti tidak ada penimbunan. Saya jawab nelayan tidak akan korupsi, tidak akan menimbun. Dengan Go Tani ini nantinya kami dapat melaporkan kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan bahwa penyerapan BBM Solar diterima langsung oleh nelayan,” ujar Gus Yani saat memberi sambutan.

Gus Yani berharap, dengan adanya data valid penerimaan BBM, maka akan ada penambahan distribusi kuota BBM dari pusat. Untuk mendukung hal tersebut, di tahun 2023 depan, Gus Yani sapaan akrab bupati akan memperbanyak SPBN di Gresik.

“Maka dengan aplikasi ini serta bersama-sama BUMD Gresik Migas, akan membangun SPBN selanjutnya yang berlokasi di Kelurahan Lumpur, Pulau Mengare, dan Kecamatan Ujungpangkah.” ujar Gus Yani.

Direktur Utama Gresik Migas (GM) Habibullah menyatakan, GM siap menyalurkan BBM subsidi sesuai dengan kebutuhan nelayan. Sekarang ungkap Habibullah, surat rekomendasi diganti dengan Go Tani Perikanan. Dan akan lebih praktis dan ril sesuai kebutuhan nelayan. Sedangkan GM akan selalu siap menyediakan BBM sesuai kebutuhan nelayan untuk diproses ke Pertamina.

“Yang transformasi digital untuk BBM nelayan baru Gresik dengan Go Tani ini. Dulu dititipkan di SPBU umum. Nelayan jarang dapat karena kuota sulit dikonrol. Dan kemungkinan lebih banyak terserap kendaraan angkutan umum sehingga nelayan kesulitan mendapatkan BBM subsidi. Sekarang selama data dinas perikanan ril melalui Go Tani Pertamina pasti memberikan kuota berapapun,” jelasnya.

Dengan adanya Aplikasi Go Tani, imbuh Habib akan mempermudah validasi data, dan menghapus salah paham antara nelayan dengan petugas SPBN, karena kuota BBM nelayan erdasar data kapal termasuk nomor mesin dan by name by adress.

“Sehingga kebutuhan perbulan terecord. Setiap ngambil volume otomatis berkurang. Misal jatahya masih ada tetapi nelayan tidak melaut tidak bisa diambil. Otomatis terhapus. Sehingga aplikasi ini akan mampu menghirung secara ril kebutuhan BBM nelayan,” pungkasnya

Peluncuran aplikasi Go Tani Perikanan juga mendapat apresiasi warga nelayan. Salah aatunya adalah Mohamad Chodim Ketua BPD Desa Campurejo. Menurutnya SPBN dan Aplikasi Go Tani ini adalah urusan perut masyarakat kecil. Dan kata Chodim menjadi ciri khas dan karakter Gus Yani sejak menantu KH Ali Masyhuri ini memimpin Gresik. Karena Aplikasi Go Tani itu hanya soal digitalisasi atau hanya soal cara, tetapi sudi ngurusi masyarakat kecil tanpa disparitas dan pencitraan didepan kamera.

“Ini era digital. Kalau pingin pencitraan Gus Yani tinggal perintah saja didepan kamera. Tapi beliau kayaknya hanya ingin memudahkan dan memperjuangkan nelayan untuk mendapatkan BBM subsidi itu menurut kami sesuatu yang luar biasa. Dan kami sebagai masyarakat pesisir yang mayoritas nelayan mengucapkan terimakasih kepada Bupati kami. Ini (BBM Subsidi) urusan perut masyarakat kecil, kami hanya bergantung hidup sebagai nelayan tradisional,” ungkap Chodim yang juga berprofesi sebagai wartawan di petusahaan media nasional ini.

Chodim yang kerap mengkritik keras terhadap kebijakan yang dianggap tidak memihak masyarakat kecil ini, baru kali ini mengaku bangga punya bupati. Alasanya, sebagai warga asli Gresik dan sejak dirinya menyandang jabatan sebagai Sekretaris Persatuan BPD Kabupten Gresik ini juga kerap memantau kinerja pemerintah kabupaten Gresik khususnya kinerja bupati sebagai orang nomor satu di Gresik.

“Mewakili warga desa Campurejo, saya bersyukur punya bupati model kaya Gus Yani. Karena tidak banyak pemimpin muda seperti beliau. Saya bukan sekedar memuja dan memuji tetapi selama saya menjadi wartawan puluhan tahun banyak hal yang tisak selesai di era sebelumnya. Harus kita akui dong faktanya Sungai Kali Lamong sudah tidak ada banjir. Hanya di era Gus Yani. Sebelumnya selalu banjir. Artinya orang ini (Gus Yani) benar benar pedulinya ke masyarakat harus di apresiasi,” kata Chodim yang juga Sekretaris Perkumpulan BPD Kabupaten Gresik ini.