Bantu Sembako Warga Tak Mampu, Remas Pakai Dana Kematian

Warga saat menerima bantuan Sembako yang dibeli menggunakan dana kematian dan iuran tahlil.

BATU (surabayapost.id) – Menunggu bantuan dari Pemkot Batu tak jelas progresnya masyarakat pilih dana kematian dan dana iuran tahlil yang ada di Kampung Meduran, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu dibelikan sembako. Lalu sembako tersebut dibagikan kepada warga setempat yang kurang mampu, Kamis (9/4/2020).

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Remaja Masjid (Remas) Kampung Meduran Andik Harianto saat ada di lokasi kawasan Jalan Diponegoro RT 12/RW 02, Kampung Meduran. Menurut Andik, dampak Covid – 19 sudah benar – benar berimbas pada warga setempat.

Dia mengatakan lebih baik makan singkong beneran daripada makan roti bermimpi. “Artinya meski giat ini sebatas sembako saja, tapi nyata daripada menunggu janji Pemerintah Kota Batu yang tak jelas progresnya,” kata Andik.

Selanjutnya, Andik dan masyarakat Kota Batu sudah banyak mendengar apa yang disampaikan di berbagai media bahwa Pemkot akan mengucurkan dana untuk masyarakat yang terdampak.

“Namun hingga saat ini bantuan tersebut belum ada wujudnya. Berawal dari situ kami berinisiatif untuk menggunakan dana kematian dan dana iuran tahlil,” ungkapnya.

Karena ungkap dia, dana kas tahlil yang terkumpul selama kurang lebih hampir 5 tahun lumayan banyak. Menurutnya total anggaran yang dikumpulkan masyarakat mencapai Rp 10 Juta dan diwujudkan sejumlah 110 paket sembako.

“Yang setiap paketnya diisi dengan 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 1 liter minyak goreng,” paparnya. Karena papar dia, aksi yang dilakukan tersebut, menurutnya karena Pemerintah dinilai lamban dalam bergerak dan terkesan mengedepankan teori daripada prakteknya.

Sementara itu Didik Subiyanto yang sapaan akrabnya Kaji Biyanto salah satu anggota DPRD Fraksi PKB Kota Batu mengaku sangat mengapresiasi terkait aksi nyata warga setempat.

“Karena itu tindakan nyata dari warga Kampung Meduran.Ternyata masyarakat lebih tanggap untuk memikirkan pada sesamanya. Luar biasa itu yang namanya peduli.Bukan hanya cerita dan berkelakar puluhan miliar namun hanya sebatas dongeng saja,” sindir Kaji Biyanto.

Dengan begitu Kaji Biyanto Pemkot Batu agar segera bekerja nyata.Berawal dengan jumlah puluhan miliar yang digembar gemborkan, anggaran dalam menangani dampak Coved – 19 ini, sampai meningkat menjadi ratusan miliar.

“Tapi kalau itu semua hanya menjadi wacana saja yang diibaratkan hanya angin syurga. Tentu kasihan masyarakatnya yang hanya terkesan dihibur dengan janji semata,” ucapnya.

Karena lanjut dia, secara gamblang bahwa secara prinsip DPRD Kota Batu mendukung pergeseran anggaran dalam menghadapi pandemi yang ada.

“Maka pihak eksekutif segera merealisasikan pergeseran anggaran yang telah ditetapkan agar kesannya tidak bertele-tele dalam menyalurkan bantuan,” timpalnya (Gus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.