Beredar Pengembalian Money Politik, Polisi Jaga Ketat Obyek Vital

9 May 2019 - 20:39 WIB
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri bersama Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Marhaeni

MALANG  (SurabayaPost.id) – Kamis (9/5/2019) di Malang beredar kabar bakal ada warga yang akan mengembalikan money politic Pemilu 2019 ke Bawaslu. Kabar tersebut mendapat respon serius dari aparat kepolisian.

Bahkan, Polres Malang Kota menurunkan anggotanya untuk menjaga ketat obyek-obyek vital.  Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menjelaskan, pihaknya tidak ingin kecolongan dengan adanya kabar pengembalian money politik. Karena itu, pihaknya mengantisipasi dengan memperketat pengamanan.

“Ada 3 titik yang kami amankah hari ini. Bawaslu, KPUD dan gudang logistik KPU. Selain itu, satu tempat lagi di GOR Ken Arok,” tuturnya  saat di kantor Bawaslu.

Pengamanan itu lanjut Asfuri, adalah untuk merespon kabar pengembalian money politik dari masyarakat. Kabar itu didapat melalui pesan berantai yang juga sampai di Kepolisian.

Selain itu, terkait GOR Ken Arok, diperoleh kabar di media sosial serta ada pengajuan izin tentang kegiatan buka puasa bersama serta Deklarasi kemenangan dari salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Untuk di GOR Ken Arok, ada kabar adanya Deklarasi kemenangan salah satu calon. Namun akhirnya, panitianya sendiri yang membatalkan acara itu,” lanjut Asfuri.

Disinggung apakah akan ada pengerahan semacam people power, Asfuri menjelaskan, sampai saat ini tidak, di Kota Malang belum ada.

Dengan adanya kabar tersebut, sejumlah petugas Kepolisian terus melakukan penjagaan di beberapa obyek vital penyelenggara pemilu.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Malang, Hamdan Akbar Safara menyatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya pesan berantai tentang pengembalian money politik.

“Informasi, ada isu ada warga yang mau mengembalikan uang katanya hasil money politic. Tapi hingga siang ini, pukul 13.00 WIB belum ada yang datang, padahal infonya mau datang pukul 10.00 WIB,” tuturnya ditemui di kantor Bawaslu.

Hamdan melanjutkan, informasi kedatangan warga di Kantor Bawaslu diterima melalui pesan Whatsapp. Secara berantai di grup pemilu dan Kepolisian. Pesan itu membuat Kepolisian menurunkan personel untuk bersiaga.

Namun, lanjut Hamdan, pada Senin (06/05 2019), kantor Bawaslu Kota Malang, didatangi lima warga. Pertama tiga orang dari Kecamatan Lowokwaru, dan kedua, dua orang dari Blimbing dan Klojen.

“Kemarin ada lima orang warga Lowokwaru, Blimbing dan Klojen. Kita tanya identitas tidak memberitahu. Tapi kami bingung, mereka mau mengembalikan uang, tapi tidak mau laporan.  Ngakunya, dapat money politic Rp100 ribu,” terang Hamdan.

Lebih lanjut Hamdan menerangkan, para warga itu, menceritakan, habis dikasih uang oleh orang naik sepeda motor keliling. Setelah memberikan uang dan berpesan untuk mencoblos salah satu calon, pemotor itu langsung pergi. (lil)