Cabor Sepatu Roda Kota Malang Targetkan Dua Emas di Porprov Jatim.

23 June 2019 - 21:07 WIB
Atlet sepatu roda Kota Malang yang akan turun di Porprov, Jatim 2019 didampingi pelatih ketua Puslatcab PORSEROSI, Yuhartono (Sebelah kiri).
Atlet sepatu roda Kota Malang yang akan turun di Porprov, Jatim 2019 didampingi pelatih ketua Puslatcab PORSEROSI, Yuhartono (Sebelah kiri).

MALANG (SurabayaPost.id) – Cabang olahraga (Cabor) sepatu roda Kota Malang menargetkan meraih 2 medali emas dalam even Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019. Even bergengsi itu rencananya digelar di lintasan Track Mangrove Jenu, Tuban, Jawa Timur, pada 9 – 13 Juli 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan pelatih kepala Puslatcab  Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) Kota Malang, Yuhartono, saat ditemui SurabayaPost.id disela memantau kesiapan atletnya di Vellodroom, Kota Malang, Minggu (23/6/2019) siang.

Target minimal 2 emas itu, kata Yuhartono, sangat realistis, sebab prestasi sepatu roda Kota Malang, dalam setiap even nasional selalu menorehkan hasil membanggakan. Ia pun menyebut 10 atlet andalan Kota Malang yang disiapkan meraih 2 emas dari 16 medali emas yang diperebutkan di 8 mata lomba even Porprov Jatim tersebut.

Atlet sepatu roda Kota Malang, siap berlaga di Porprov Jatim 2019
Atlet sepatu roda Kota Malang, siap berlaga di Porprov Jatim 2019

“Dikelas speed putra, kami menurunkan Romeo Alif Pratama di jarak 10.000 PTP, Yanuar Victorio 10.000 PTP (Point To Point). Moh Syahrizal di 15.000 meter Eliminasi. Nur Ahmad Royan di 10.000 meter dan Haidar Firman di 500 meter ITT,” tuturnya.

Di kelas Speed putri,  kata Yuhartono, pihaknya akan menurunkan Putri Alisya WD di 500 meter ITT, Mariska Dwi Amalia 1000 meter, Shelly Olivia di 10.000 PTP, Lolina Endah Prastiwi dan Lolita Endah Prastiwi (atlet kembar) turun di 15.000 meter eliminasi.

Guna memenuhi target dua emas tersebut, pihaknya terus menggeber atletnya sejak sembilan bulan lalu. Harapannya agar memperoleh hasil maksimal dan melebihi dari target yang telah dibebankan Koni Kota Malang, yakni dua emas.

” Sejak 9 bulan lalu telah dilaksanakan Training Center (TC) secara bertahap dan berkelanjutan. Beberapa tempat juga telah kami gunakan sebagai tempat TC, seperti di Dodikjur, Velodrome dan lintasan latihan di Abdurrahman Saleh,” beber Purnawirawan TNI AD tersebut.

Program latihan pun, kata dia, porsinya semakin bertambah.  Dari yang semula 5 menjadi 6 kali dalam seminggu, itupun dilaksanakan pagi dan sore.

” Sampai  saat ini, kesiapan tempur atlet Porserosi Kota Malang mencapai  90 persen,” bebernya.

Sementara itu, Mariska Dwi Amalia, salah satu atlet Pencab Porserosi yang diharapkan menyumbang medali, mengaku siap dan optimis bisa meraih medali yang dibebankan Pengcab.

Ia pun mengaku tak gentar kala diturunkan di jarak 1000 meter speed putri bersaing dengan atlet kawakan dari Sidoarjo dan Surabaya.

” Saya optimis mampu bersaing dengan lawan terberat dari Sidoarjo dan Surabaya,” tutur Mariska Dwi Amalia yang diamini  Putri Alisya WD dan Lolina Endah Prastiwi selaku rekan setimnya yang berjuang untuk Kota Malang.(lil).