Camat Dukun : Warga Miskin di Lowayu Mencapai Ratusan KK, Kasmuah Tak Masuk Data

14 March 2019 - 16:25 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Jalan diwilayah Desa Lowayu Kecamatan Dukun Gresik nampak mulus dan terawat jika dibandingkan dengan jalan diwilayah lain di Gresik. Sayangnya wilayah Lowayu yang memiliki dua wakil di parlemen dan merupakan kampung halaman Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ini menjadi kantong kemiskinan paling banyak di Gresik.

Data tersebut diakui dan, diungkapkan oleh Camat Dukun Fatah HD dihadapan sejumlah wartawan di kantornya. Fatah bahkan menegaskan bahwa jumlah warga miskin paling banyak jumlahnya adalah warga Desa Lowayu mencapai ratusan KK. Potret kemiskinan itu diakui membuat ia sedih karena sebenarnya telah banyak program bantuan dari pemerintah yang digelontorkan. Tapi kenapa kemiskinan di Lowayu semakin banyak ?

“Saya setiap menerima laporan selalu menandatangani data kemiskinan di Desa Lowayu. Jumlahnya seratusan KK, dan ini sangat menyedihkan. Dan kami heran gelontoran program pemerintah kok seolah tidak menyentuh mereka,” ujar Fatah, Kamis (14/3).

Diakui Fatah, terkait dengan kondisi Kasmuah (70) yang viral di medsos dua hari ini melalui berita sejumlah media online dan cetak membuat dirinya tidak habis pikir. Meski ia juga telah mengakui dan tahu jumlah warga miskin di Lowayu Fatah tetap menyalahkan Kepala Desa Lowayu M Yato. Alasanya ia tidak pernah mendapat lapiran.

“Justeru tadi pagi saya yang menelpon lurah, karena saya baca dimedia. Jika kita lihat bu Kasmuah ini benar-benar tidak mampu. Jika mang tidak ada tindakan saya akan bangun sendiri rumahnya,” tegas Camat yang baru menjabat sekitar tiga bulan yang lalu ini.

Terungkapnya potret kemiskinan melalui Kasmuah  data kemiskinan ini benar-benar mencoreng wilayahnya karena Lowayu adalah kampung halaman Sambari Halim Radianto yang menjabat bupati Gresik dua periode.

“Ratusan data kemiskinan yang masuk dilaporan saya tidak ada nama Kasmuah. Karenanya kami kaget dan tahunya kamin justeru dari media,” ujarnya

Komunitas Wartawan Gresik (KWG) memberi santunan Kasmuah warga Desa Lowayu yang viral di medsos karena diduga belum mendapatkan bantuan dari pemerintah

Kasus kemiskinan di Desa Lowayu yang diungkapkan Camat Dukun Fatah HD menjadi pelajaran berharga bagi pemilih di Lowayu. Agar wakil yang mereka pilih benar-benar memperjuangkan hak kesejahteraan mereka. “Ini adalah moment penting bagi warga yang punya hak pilih. Jangan sampai kejebak janji manis dan uang receh. Padahal mereka mewakili rakyat selama lima tahun,” ujar salah satu warga Lowayu.

Diungkapkan salah satu warga Lowayu, dua wakil rakyat asal Lowayu itu menurut warga jarang bermukim dikampung konstituenya. “Ya wajar jika mereka tidak tahu kemiskinan didapil dan tanah kelahiranya. Karena sangat jarang turun langsung ke masyarakat. Kalau warga cerdas kami yakin tidak akan dipili lagi, karena tidak memperjuangkan rakyat,” tegasnya.

Jumanto wakil rakyat asal Lowayu dari Fraksi PDIP dan sekaligus caleg dari partai berlambang Bantheng itu mengaku tahu tentang kemiskinan diwilayahnya. “Sekarang sudah kita masukkan daftar pemugaran rumah tahun 2019 realisasi 2020. Karena memang anggaran dari Pemkab Gresik terbatas,” ungkap wakil rakyat tiga periode ini.

Bahkan Jumanto juga menjelaskan kasus kemiskinan diwilayahnya baru terjadi satu tahun dua tahun ini. Misalnya soal rumah satu tahun lalu belum layak di pugar, karena masih bagus. “Setelah satu tahun ini rumah mereka mulai rapuh. Makanya kita ajukan tahun ini, karena satu tahun lalu masih bagus,” katanya.