Demi NKRI, Polri Ajak Silaturahmi Mahasiswa Asal Papua di Malang

14 March 2019 - 10:59 WIB
Para mahasiswa asal Papua di Kota Malang saat bersilaturahmi dengan Polri di Gets Hotel.

MALANG (SurabayaPost.id) – Polri dari jajaran Polres Malang Kota (Makota) Jatim mengajak bersilaturahmi mahasiswa asal Papua di Malang. Silaturahmi tersebut digelar di Gets Hotel, Kota Malang, Rabu (13/3/2019).

Mahasiswa asal Papua yang hadir dalam acara tersebut diminta untuk ikut mendukung pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. Sehingga aman dan damai demi keutuhan NKRI.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain Ketua Tim Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Dr. H. Kasmen, ME. Selain itu Anggota Tim Baintelkam Mabes Polri AKBP Wayan, Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Budi Winarto, SH, MH dan 80 mahasiswa asal Papua yang belajar di Kota Malang.

Ketua Tim Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Dr. H. Kasmen, ME pada kesempatan tersebut mengaku bangga terhadap mahasiswa asal Papua tersebut. Sebab, menurut alumni UI ini menjadi mahasiswa dan aktivis mahasiswa sangat enak.

Suasana silaturahmi Polri dengan mahasiswa asal Papua di Kota Malang.
Suasana silaturahmi Polri dengan mahasiswa asal Papua di Kota Malang.

Meski begitu, kata dia, mahasiswa wajib ikut menjaga situasi aman dalam pemilu 17 April 2019 nanti. “Mari kita dukung dan sukseskan Pesta Demokrasi ini,” ajak dia.

Menurut dia peran pemuda sangat penting. Sebab bisa memanfaatkan pengetahuannya untuk kemajuan negara Indonesia. “Kami dari Mabes Polri bersilaturahmi dengan tujuan situasi aman dan demi keutuhan NKRI,” papar dia.

Karena itu dia meminta agar mahasiswa asal Papua menjaga silaturahmi dan selalu berkomunikasi dengan Polri. Terutama yang ada di jajaran Polres Malang Kota. Sehingga tercipta suasana happy dan santai. “Jika ada masalah sampaikan polisi, kita diskusikan solusinya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Budi Winarto SH MH yang mewakili Kapolres AKBP Asfuri –karena menyambut Tim Supervisi dari Itwasum– mengatakan jika di Kota Malang ada 200 ribu mahasiswa. Sebanyak 40 ribu diantaranya berasal dari luar kota Malang.

Pada Pemilu 2019 nanti dia berharap agar para mahasiswa tidak Golput. “Gunakan formulir A-5,” kata dia.

Dia juga menjelaskan bila potensi Malang sangat bagus untuk belajar. Apalagi kata dia banyan tempat wisata. Menurut dia rugi kalau hanya kuliah tanpa memanfaatkan waktu untuk membina kemampuan di segala bidang.

Dia mengatakan bila kerja polisi memberikan pelayanan. Untuk itu dia mengajak mahasiswa asal Papua itu berdiskusi soal kebangsaan dsn negara Indonesia.

“Papua masuk Indonesia karena bekas penjajahan Belanda, mari kita terima pluralisme dan kebhinekaan. Banyak negara lain heran kepada Indonesia memiliki banyak suku ternyata bisa bersatu, Itulah kelebihan bangsa Indonesia.

“Karenanya mari kita jaga bersama. Kita sudah merdeka dan Papua tidak beda dengan provinsi lain di Indonesia. Makanya, mari deklarasikan bahwa kita bagian Indonesia yang siap membangun negeri ini,” katanya. (lil)