Canangkan BIAN di Kota Malang, Walikota Sutiaji : Imunisasi Ini Aman, Berkualitas dan Gratis

Walikota Malang, H Sutiaji didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji pose bersama para orang tua dan anak yang mengikuti program imunisasi
Walikota Malang, H Sutiaji didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji pose bersama para orang tua dan anak yang mengikuti program imunisasi

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Didampingi Ketua TP PKK Kota Malang yang juga bertugas sebagai Bunda PAUD, Hj. Widayati Sutiaji; Walikota Malang, H. Sutiaji mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional di Kota Malang. Kegiatan yang digelar pada Kamis (28/7/2022), di Hotel Santika Malang tersebut juga diselingi dengan sosialisasi advokasi pelaksanaan program imunisasi.

BIAN merupakan program Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun secara signifikan akibat pandemi COVID-19. Melalui BIAN anak-anak akan diberikan imunisasi tambahan yaitu Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. Program ini diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan harmonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib).

Walikota Malang, H. Sutiaji dalam arahannya berpesan agar seluruh masyarakat di Kota Malang khususnya para orang tua untuk mengikuti program imunisasi ini bagi anak-anaknya. “Kemenkes menargetkan bulan Agustus akan menjadi bulan pelaksanaan imunisasi bagi pulau Jawa dan Bali; untuk itu saya berharap 95 persen atau 39.971 anak di Kota Malang bisa mendapatkan imunisasi tersebut” kata Sutiaji.

Walikota Malang, H Sutiaji memberikan arahan di acara pencanangan BIAN dan Sosialisasi Advokasi Program Imunisasi
Walikota Malang, H Sutiaji memberikan arahan di acara pencanangan BIAN dan Sosialisasi Advokasi Program Imunisasi

Para orang tua tidak perlu cemas jika anaknya menerima imunisasi, tambah Sutiaji, imunisasi ini aman, berkualitas dan gratis untuk anak-anak kita. Tujuannya tentu agar anak kita akan menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan kuat.

Pada kesempatan tersebut, pria berkacamata tersebut juga menekankan agar Dinas Kesehatan Kota Malang dapat segera mempersiapkan stok vaksin, puskesmas, faskes dan nakes untuk dapat mendukung program tersebut.

“Penguatan komunikasi, informasi dan edukasi bagi masyarakat juga penting untuk terus digalakkan; saya harap Dinkes segera berkoordinasi dengan OPD lainnya, Diskominfo, Kecamatan, Kelurahan, dan organisasi masyarakat agar tidak terjadi disinformasi terkait pelaksanaan BIAN ini; termasuk juga melakukan pemetaan area krusial yang perlu mendapatkan perhatian khusus” tuturnya.

Walikota Malang, H Sutiaji didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji pose bersama para orang tua dan anak yang mengikuti program imunisasi (ist)
Walikota Malang, H Sutiaji didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji pose bersama para orang tua dan anak yang mengikuti program imunisasi (ist)

Pada akhir acara, Walikota Sutiaji beserta Istri berkesempatan untuk ikut mendampingi 16 anak yang akan menerima imunisasi di lokasi kegiatan. Berdiri di tengah-tengah peserta imunisasi; Walikota Sutiaji memberikan dukungan dan semangat agar anak-anak tidak takut dan merasa nyaman saat menerima suntikan imunisasi. “Anak-anak ini semua pintar dan pemberani mengikuti imunisasi, biar nanti selalu sehat dan ceria” ujarnya memberi semangat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan bahwa diadakannya pertemuan ini adalah dalam upaya percepatan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi melalui program imunisasi rutin untuk mencapai serta mempertahankan kekebalan populasi yang tinggi dan merata sebagai upaya mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Indonesia pada umumnya dan di Kota Malang pada khususnya.

Bunda Paud, Hj Widayati Sutiaji Tos dengan salah satu anak yang di imunisasi (ist)
Bunda Paud, Hj Widayati Sutiaji Tos dengan salah satu anak yang di imunisasi (ist)

“Melalui imunisasi ini diharapkan selain untuk menghentikan transmisi virus campak dan rubella setempat; juga bertujuan untuk mempertahankan indonesia bebas polio dan mewujudkan eardikasi polio global tahun 2026 serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis di Kota Malang,” tandasnya. (hms/lil)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.