MALANG (SurabayaPost.id) – Kota Malang kembali menguat sebagai destinasi investasi properti. Statusnya sebagai kota pendidikan dengan ratusan ribu mahasiswa aktif membuat kebutuhan hunian, khususnya rumah kost, terus tumbuh setiap tahun.
Menangkap peluang itu, Metro Point Sigura-Gura hadir dengan konsep rumah kost premium. Proyek ini dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai aset produktif bagi investor.
Metro Point berlokasi di Jalan Mertojoyo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Posisinya berada di koridor utama kawasan pendidikan dan dikelilingi kampus besar seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), UIN Maulana Malik Ibrahim, Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Manager Pemasaran Metro Point, Yudi, mengatakan pemilihan lokasi didasari permintaan hunian yang stabil dan terus meningkat.
“Saat ini ada sekitar 350 ribu mahasiswa aktif di Kota Malang. Setiap tahun lebih dari 45 ribu mahasiswa baru datang. Kebutuhan hunian yang berulang ini membuat investasi rumah kost memiliki prospek sangat baik,” ujarnya, Rabu (30/7/2026).
Menurutnya, rumah kost bukan sekadar properti. Ini adalah aset produktif dengan pasar nyata yang mampu menghasilkan pendapatan sewa dan kenaikan nilai aset jangka panjang.
Metro Point lahir dari pengalaman perusahaan dalam mengelola rumah kost secara profesional sebelum berkembang menjadi pengembang.

Pengalaman itu membuat tim memahami kebutuhan penghuni, strategi menjaga okupansi, hingga sistem operasional yang mengoptimalkan performa investasi.
“Investor tidak hanya membeli bangunan. Mereka berinvestasi pada aset produktif yang didukung sistem pengelolaan teruji,” kata Yudi.
Berbeda dengan kost konvensional, Metro Point Sigura-Gura mengusung konsep Japandi Tropical – perpaduan desain minimalis Jepang dengan sentuhan tropis Indonesia. Hasilnya hunian modern, nyaman, dan fungsional.
Setiap unit menggunakan konsep kamar mezzanine yang membuat ruang lebih lega. Area tidur dipisah dari ruang aktivitas utama.
Selain itu ada Thematic Living dengan 3 pilihan desain interior: Japandi, Scandinavian, dan Brutalist.
“Mahasiswa dan profesional muda sekarang cari lebih dari sekadar lokasi. Mereka lihat kenyamanan, desain, dan kualitas. Pengalaman tinggal yang baik akan menaikkan loyalitas penyewa dan berdampak pada okupansi,” jelas Yudi.
Target pasar Metro Point luas: pengusaha, profesional, investor properti, pensiunan, hingga orang tua mahasiswa.
Bagi investor, proyek ini menawarkan passive income dari sewa dan potensi capital gain seiring berkembangnya kawasan pendidikan.
Bagi orang tua mahasiswa, unit bisa dipakai selama kuliah, lalu disewakan setelah lulus.
Metro Point juga menyediakan sistem pengelolaan profesional, sehingga pemilik tidak perlu repot mengurus operasional harian.
Meski masih tahap pengembangan, Yudi optimistis. Rekam jejak perusahaan sebelumnya dalam mengembangkan kost premium dengan hunian tinggi menjadi modal kepercayaan.
Ia menyebut saat ini momentum tepat masuk ke pasar investasi kost Malang, bertepatan dengan penerimaan mahasiswa baru.
“Selain harga awal yang kompetitif, investor juga berpotensi menikmati kenaikan nilai aset seiring progres pembangunan. Metro Point hadir sebagai instrumen investasi jangka panjang yang memadukan lokasi strategis, konsep premium, dan pengelolaan profesional,” pungkasnya. (lil).
