Demi Membangun Pertanian, Kementan Luncurkan Kostratani 

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan BPPSDMP Kementan Ismaya Nita Rianti Parawan bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo. Mereka hadir secara khusus di acara sosialisasi Kostratani kepada kepala dinas, camat, kepala BPP dari 11 kabupaten dan 42 kecamatan, di BBPP Ketindan, Lawang Kabupaten Malang, Jumat (29/11/2019).

MALANG (SurabayaPost.id) – Kementerian Pertanian melakukan terobosan  strategis untuk membangun pertanian. Di antara terobosan itu meluncurkan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan resminya, mengatakan bila Kostratani merupakan gerakan pembaharuan pertanian. “Itu untuk mendorong keberhasilan pembangunan pertanian,” Jumat (30/11/2019).

Dijelaskan dia jika Kostratani itu akan dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan. Mereka diminta  mengoptimalkan tugas, fungsi. dan perannya dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan BPPSDMP Kementan Ismaya Nita Rianti Parawan bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo. 

“Kostratani itu akan menjadikan BPP sebagai pusat pembangunan pertanian. Hal itu akan melibatkan seluruh pelaku pertanian yang ada di kecamatan,” kata dia yang diamini Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan BPPSDMP Kementan Ismaya Nita Rianti Parawan bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo. 

Dia berharap dengan adanya Kostratani membuat simpul koordinasi menjadi lebih baik dalam pembangunan pertanian di daerah. “Kostratani merupakan program utama Kementerian Pertanian untuk membuat single data dan pusat pembangunan pertanian,” jelas dia.

Selanjutnya sebagai satu data yang akan berguna bagi pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan yang tepat serta pusat pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian mengatakan bahwa Konstratani merupakan proyek jangka panjang yang sudah dilengkapi dengan sistem artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk membangun pertanian sampai sudut pinggiran.

“Kita akan tarik semua komponen di desa untuk bersatu membangun pertanian. Kita akan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas dalam mendukung program pertanian.”

Pada 100 hari pertama kerja ditetapkan akan terbentuk 400 Kostratani yang akan menjadi contoh di masa yang akan datang. Dalam BPP yang akan menjadi contoh tersebut diharapkan mampu memfungsikan dirinya menjadi pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, pusat gerakan pemberdayaan petani, pusat data dan informasi pertanian serta pusat membangun jejaring kerja pembangunan pertanian.

“Bila kesemuanya itu terbentuk akan terjadilah atau menjelmalah BPP sebagai centre of excellence pembangunan pertanian di tingkat kecamatan,.” ucapnya.

Untuk kepentingan itulah, dilaksanakan sosialisasi Konstratani yang dilanjutkan dengan bimbingan teknis untuk BPP yang ditunjuk. Propinsi Jawa Timur mendapatkan alokasi 125 orang peserta sosialisasi diawali dengan 11 kabupaten, dan peserta Bimtek Teknologi Informasi Pertanian sejumlah 41 orang.

Sebagai penanggung jawab di Propinsi Jawa Timur, Siti Munifah selaku Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan diwakili  Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan BPPSDMP Kementan Ismaya Nita Rianti Parawan. Dia hadir secara langsung untuk memberikan sosialisasi kepada kepala dinas, camat, kepala BPP dari 11 kabupaten dan 42 kecamatan, di Malang, Jumat (29/11/2019).

Sosialisasi merupakan program jangka pendek dari Kementan demi segera mewujudkan kedaulatan pangan dan terdapat sinergi yang tepat mulai dari pusat hingga daerah sesuai harapan Menteri Pertanian.Program Kostratani diatur dalam Permentan RI Nomor 49 Tahun 2019.

“Lewat gerakan Kostratani, nantinya BPP akan memotret data lapangan untuk memperkuat basis data pertanian yang nantinya dijadikan pijakan untuk membangun sektor pertanian terkait apa masalahnya, sektor apa yang akan dikembangkan, dan seterusnya,” ungkap Ismaya.

Dia berharap Balai Besar Penyuluh Pertanian (BBPP) dapat mendukung gerakan tersebut dengan memperkuat dan meningkatkan kapasitas dari penyuluh BPP.  Begitu juga Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.

Kepala BBPP Ketindan Sumardi Noor mengatakan badan tersebut mendukung penuh program tersebut terkait upaya meningkatkan kapasitas dari penyuluh BPP, terutama dalam hal penguasaan teknologi informasi dalam menjalankan tugasnya pada program Kostratani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo menegaskan Pemprov mendukung program pemerintah dalam membangun sektor Kostratani. “Tentu kami dukung karena positif untuk dijadikan model pembangunan pertanian,” ujarnya. (aji) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.