Demi Pemberdayaan, Kadin Kota Malang Launching Aplikasi e-Pasar

5 July 2020 - 00:00 WIB
Ketua Kadin Kota Malang Eddy Wahyono

MALANG (SurabayaPost.id) – Kamar dagang dan industri (Kadin) Kota Malang me-launching aplikasi e-pasar di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang, Jatim, Sabtu (4/7/2020). Aplikasi tersebut diyakini akan membantu mempermudah pedagang dan masyarakat berbelanja.

Keyakinan itu diungkapkan Ketua Kadin Kota Malang Eddy Wahyono. Menurut dia, lewat aplikasi e-pasar, tak hanya memudahkan pedagang dan masyarakat belanja.

“Namun, juga bisa terhindar dari wabah Covid-19. Sebab, untuk belanja masyarakat bisa pesan dari rumahnya masing-masing. Tinggal tunggu satu jam, barang sampai di rumah,” jelas Eddy Wahyono.

Pedagang sedang mendaftarkan lapaknya di aplikasi e-pasar yang dilaunching Kadin Kota Malang

Dijelaskan Eddy Wahyono yang juga Ketua HDCI Malang ini, bila konsep e-pasar itu selain demi pemberdayaan, sesuai dengan anjuran Satgas Covid-19. Yakni harus menerapkan protokol kesehatan.

Itu berarti kata dia, harus menghindari adanya kerumunan massa dengan cara physical distancing. Selain itu selalu cuci tangan dan pakai masker.

“Melalui aplikasi e-pasar ini kontak langsung antar sesama bisa terkurangi. Apalagi transaksinya tidak pakai tunai, tapi e-money. Itu bisa pakai gopay, ovo atau lainnya. Sehingga tak terjadi kontak langsung yang bisa membuat penularan virus melalui uang tunai,” jelas dia.

Ed

Untuk itu, kata dia, pedagang tinggal buka lapak di e-pasar. Sedangkan masyarakat cukup buka aplikasi e-pasar untuk belanja.

“Masyarakat sekitar 2 Km dari pasar tinggal lihat di lapak-lapak e-pasar. Lalu pesan dan bayar pakai e-money. Nanti ada kurir yang antar ke rumah pemesan. Konsepnya seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Distribusi Kadin Kota Malang Diky Sulaiman menjelaskan bahwa lewat aplikasi e-pasar maka berbelanja bakal semakin mudah. Pedagang tak hanya di pasar yang bisa memanfaatkan e-pasar itu.

Namun, lanjut dia, para perajin atau home industri bisa memanfaatkannya. Makanya dia sangat yakin jumlah pelapak pengguna e-pasar bisa meningkat 10 kali lipat.

Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Distribusi Kadin Kota Malang Diky Sulaiman saat mendampingi Ketua Kadin Kota Malang Eddy Wahyono

“Kami dalam 3 bulan menargetkan 10 ribu pengguna aplikasi di sekitar pasar Oro-oro Dowo. Sementara, target kami bukan hanya 28 pasar tapi 57 Kelurahan, dengan jumlah 300 ribu pengguna,” terangnya.

Menurut dia, secara teknis, transaksi per item barang ditambah Rp 100. Itu untuk pengembangan. Sementara, ongkos kirim Rp 3.000 dengan rincian untuk operator kurir dan manajemen.

“Ongkos kirim sebesar itu jauh lebih murah dibandingkan menggunakan aplikasi lain. Karena itu kami yakin aplikasi e-pasar ini akan cepat berkembang. Sebab mudah dan gampang serta biayanya murah,” pungkasnya. (aji/lil).