Demi Pertumbuhan Ekonomi, BI Malang Fokus pada Enam Program

31 January 2019 - 01:18 WIB
Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho.
Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho.

PROBOLINGGO  (SurabayaPost.id) – Demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Perwakilan Bank Indonesia  (BI) Malang fokus pada enam program. Keenam program tersebut diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho usai menjadi pemateri Pelatihan Wartawan Ekonomi Kantor Perwakilan BI se Jatim di Lava View Lodge Hotel Bromo, Probolinggo, Rabu (30/1/2019).

“Kami di BI Malang ada enam program prioritas utama yang harus dikerjakan mulai tahun 2019 ini. Keenam  program itu merupakan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan,” kata Azka Subhan Aminurridho.

Di antara keenam program prioritas utama  itu disebutkan seperti pariwisata, ekspor industri pengolahan, kluster komunitas UMKM. Selain itu, mengendalikan inflasi, ekonomi syariah,  ekonomi berbasis aplikasi startup dan Ketahanan pangan.

Menurut Kepala Perwakilan BI Malang yang akrab disapa “Dilan” Azka ini, pariwisata dan ketahanan pangan itu perlu mendapat perhatian ekstra. Itu karena, wilayah kerja BI Malang memiliki potensi yang sangat luar biasa.

“Potensi sektor pariwisata dari tujuh kota dan kabupaten di wilayah kerja BI Malang sangat luar biasa. Terutama destinasi yang ada di Probolinggo yaitu BTN BTS (Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) ini,” kata Dilan Azka ini.

Begitu juga dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang. Menurut dia memiliki potensi yang juga luar biasa jika dikembangkan.  

Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho (kiri) kala memberikan pemaparan dalam Pelatihan Wartawan Ekonomi Kantor Perwakilan BI se Jatim.
Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho (kiri) kala memberikan pemaparan dalam Pelatihan Wartawan Ekonomi Kantor Perwakilan BI se Jatim.

Kota Batu punya destinasi wisata buatan.  Sedangkan wilayah Kabupaten Malang kaya dengan destinasi wisata alam. Khususnya wisata pantai.

“Jika semua itu dikembangkan dengan baik, kami yakin bisa menyamai Bali sebagai pulau wisata,” kata Dilan Azka.

Sedangkan yang berkaitan dengan program ketahanan  pangan, mantan pejabat di BI Bali ini, akan fokus pada tiga komoditas. Di antaranya bawang putih, padi organik dan kopi.

Untuk bawang putih, kata mantan pejabat di BI Bandung itu, selama ini 90 persen impor. Untuk itu, perlu diupayakan agar bisa mengurangi impor tersebut.  

“Kami akan mengawali bawang putih itu dari pembibitan. Sebab bibirnya langka. Itu kami kembangkan  di kawasan Malang Selatan dan kawasan lainnya. Lahannya sudah siap,” tutur dia.

Begitu juga dengan kopi. Menurut dia, ada beberapa jenis kopi yang akan dikembangkan.  Misalnya, kopi amsterdam, robusta dan lainnya.

Lahannya, kata dia, juga sudah siap. Disebutkan seperti di Pasuruan,  Malang, Batu dan Probolinggo. “Itu tak hanya untuk dalam negeri, tapi juga untuk ekspor,” papar dia.

Disamping itu, kata Dilan Azka,  padi organik. Menurut dia, permintaan ekspor untuk padi organik sangat tinggi.

“Karena itu kami akan mengembangkan padi organik itu di wilayah Malang, Batu, Pasuruan dan Probolinggo. Itu agar bisa memenuhi permintaan ekspor,” papar pria ramah asal Semarang ini. 

Karena itu, papar dia, masalah pariwisata dan ketahanan pangan akan mendapat atensi khusus dari BI Malang. Sehingga bisa memenuhi target yang diberikan BI Jatim. (aji)