BI Dorong Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Regional Lewat Fesyar 2020

Fesyar Regional Jawa yang digelar BI secara virtual, Senin (5/10/2020).

MALANG (SurabayaPost.id) – Bank Indonesia terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Untuk itu, BI kembali menggelar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2020 sebagai rangkaian kegiatan menuju Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menjelaskan hal tersebut dalam acara Opening Ceremony Fesyar Regional Jawa 2020 Menuju ISEF yang digelar secara virtual, Senin (5/10/2020).

Menurut dia, Fesyar merupakan event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Kegiatan tahunan berskala nasional yang diinisiasi Bank Indonesia ini, kata dia telah memasuki tahun ke-7 dengan tema “Akselerasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional”.

Dijelaskan dia, kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 5-10 Oktober 2020 secara virtual. Event itu menampilkan dan mempromosikan berbagai produk serta kegiatan terkait ekonomi syariah secara terstruktur di seluruh regional Jawa.

Difi Ahmad menyampaikan bahwa Jawa berperan dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Itu karena ekonomi syariah terus berkembang dengan tren yang terus meningkat dalam satu dekade.

“Jumlah pesantren mencapai 75,51% dari total nasional. Sehingga Jawa menjadi poros pemberdayaan ekonomi pesantren nasional,” ungkap pria yang akrab disapa Difi ini.

Selain itu, kata Difi, pangsa penyaluran kredit syariah terhadap total kredit semakin meningkat. Itu mengingat pada tahun 2019 mencapai 6,1%. Sedangkan penyaluran kredit syariah Jawa mendominasi dengan pangsa pasar mencapai 60%.

Dijelaskan Difi bahwa gelaran Fesyar Regional Jawa 2020 sendiri, terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Sharia Forum merupakan rangkaian kegiatan seminar, talkshow & workshop serta business coaching.

Sementara, Sharia Fair menghadirkan virtual expo, fashion show, coaching clinic dan business matching. Kegiatan Fesyar Jawa 2020, kata dia, merupakan penyelenggaraan Fesyar virtual pertama setelah memasuki tahun ke tujuh.

Memurut dia, penyelenggaraan Fesyar tahun ini juga mengedepankan engagement antara Bank Indonesia dengan pelaku usaha, UMKM serta masyarakat luas lainnya. Selain itu, pengembangan UMKM dan pendalaman ekonomi syariah tidak hanya berhenti pada momen Fesyar saja.

Alasannya, karena Bank Indonesia berkomitmen untuk menindaklanjuti. Bahkan melakukan pendampingan sampai UMKM on boarding.

Lebih lanjut, kata dia, dalam rangkaian kegiatan Fesyar ini dilaksanakan juga berbagai upaya untuk mendukung UMKM go Global dan UMKM go digital. Misalnya melalui penyelenggaraan kelas business coaching secara khusus mulai dari branding, persiapan on boarding di marketplace, dukungan standarisasi produk makanan minuman yang layak edar, standarisasi halal, hingga cara bagaimana meraih pasar global.

Kepala BI Malang Azka Subhan Aminurridho

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan Aminurridho mengamini hal tersebut. Dia menyampaikan bahwa Bank Indonesia Malang juga turut mendukung penyelenggaraan Fesyar Indonesia. Beragam kegiatan digelar dalam Road to FESyar Indonesia 2020.

“Itu dilaksanakan sejak 17 September – 1 Oktober 2020. Rangkaian kegiatan Road to Fesyar 2020 tersebut antara lain Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA),” jelas dia.

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17 sd 25 September 2020 kepada 20 orang peserta yang berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang dan pengurus Masjid Jami Malang.

Pelatihan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Selain itu di Balai Besar Pelatihan Peternakan Kota Batu.

Sain itu, tutur dia, BI Malang menggelar Webinar “Potensi dan Tantangan Ekonomi Keuangan Syariah untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Daerah”. Kegiatan secara virtual ini dilaksanakan 28 September 2020 dengan Keynote Speaker anggota Komisi XI DPR RI, Ali Ahmad S.H. dan Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji.

Adapun narasumber webinar itu antara lain Prof Dr Ir Mohammad Bisri, MS, Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Bahrul Maghfiroh. Lalu Dr Murniati Mukhlish MAcc, Rektor Institut Taszkia, dan Moh. Endry Dzul Fikri dari PT Bank Syariah Mandiri Malang.

BI Malang, kata pria yang akrab disapa Azka ini, juga menggelar Brosan (Ngobrol Santai): Menjadi Entrepreneur Sukses di Bisnis Syariah. Kegiatan yang bertujuan untuk mendorong semakin banyak entrepreneur di bisnis syariah ini diselenggarakan secara virtual 1 Oktober 2020.

Narasumber talkshow tersebut antara lain Laudya Cynthia Bella (Enterpreneur & Pekerja Seni), Prawindu Prima (Owner Light and Bright Tour), dan Febby Antique (Owner Batik Arjuna).

Disamping itu BI Malang melaksanakan Business Matching UMKM. Kegiatan yang dilaksanakan 1 Oktober 2020 ini mempertemukan sekitar 25 UMKM mitra BI dengan stakeholder. Di antaranya Deduwa Pusat Oleh-oleh Khas Kota Batu dan PT. BNI Persero TBK.

Tak hanya itu. BI Malang juga menggelar lomba-lomba bertema Islami. Misalnya lomba kaligrafi, fotografi & nasyid tingkat Nasional.

Karena itu kata dia Bank Indonesia mengundang seluruh masyarakat dimanapun berada untuk mengikuti kegiatan Fesyar Regional Jawa 2020. Itu karena dilaksanakan secara virtual sehingga tidak terbatas ruang.

“Bank Indonesia juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mendaftar mengikuti kelas business coaching ataupun konsultasi coaching clinic UMKM. Sebab agenda Fesyar Regional Jawa 2020 itu digelar secara virtual mulai 5-10 Oktober 2020 di www.FesyarJawa.com,” pungkas Azka Subhan. (aji)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.