Diskoperindag Tegaskan Gula Pasir Tidak Langka

20 March 2020 - 15:43 WIB
Stok gula pasir (ilustrasi)

BATU (surabayapost.id) – Beredarnya kabar gula pasir langka dan harganya naik di Kota Batu dibantah Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu. Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Kadis Koperindag Kota Batu Eko Suhartono, Kamis (19/3/2020).

Menurut Eko, stok gula dan beras di Kota Batu aman diperkiraan dua bulan ke depan. Meski begitu, Eko tak membantah terkait adanya kenaikkan harga untuk gula.

“Harga gula mengalami kenaikan dari harga yang sebelumnya senilai Rp 16,5 ribu per kilogram menjadi Rp 17 ribu per kilogramnya.Sedang untuk harga beras harganya stabil,” kata Eko.

Dengan begitu menurut Eko tidak ada gejolak terkait kebutuhan gula di Kota Batu. Meski begitu ia mengaku harga gula mengalami kenaikan.

“Kalau gejolak tidak ada.Namun adanya kenaikan harga gula dari Rp 16.5 ribu per Kg, menjadi Rp 17 ribu per Kg ,memang iya. Tapi terkait dengan itu kondisinya di pasar Kota Batu aman ,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Wiwik Nuryati mengaku bila kondisi gula di Bulog memang kosong. “Karena terkendala dengan harga eceran tertinggi (HET). Meski begitu, stok di Kota Batu masih aman. Kalau di Batu kondisinya gula dan beras aman.Jadi masyarakat batu tidak perlu kuatir,” sarannya.

Untuk diketahui, lanjut Wiwik, kapasitas keperluan gula di Kota Batu dalam sebulan mencapai sekitar 1600 ton.Sedangkan menurutnya stok di Kota Batu saat ini mencapai sejumlah 1800 ton,” ngakunya.

Dari sejumlah simpanan itu, menurut dia meyakini kebutuhan aman hingga waktu sebulan lebih.Mungkin sebulan dan dua bulan ini masih aman. makannya Wiwik berpesan kepada masyarakat batu harus tenang dan tak perlu ada kekuatiran.

“Pemkot Batu telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 26 ton. Bantuan itu disalurkan sejak Rabu,18/3/2020.Dan beras yang dimaksud didistribusikan ke 2655 KK yang ada di Kota Batu,” ungkapnya.

Itu, ungkap dia, masing-masing KK dapat jatah 10 Kg. Hal itu, menurut dia, selain kegiatan rutin, sekaligus bantuan kepada masyarakat agar masyarakat lebih tenang.

“Kalau misalnya nanti ada sesuatu yang tidak diinginkan, sudah disiapkan anggaran dengan bedaran Rp 3.6 miliar. Anggaran sejumlah Rp 3.6 miliar itu, disiapkan untuk membeli kebutuhan masyarakat jika sewaktu-waktu ada kelangkaan bahan pangan,” pungkasnya (Gus)