MALANG (SurabayaPost.id) – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus mengoptimalkan lahan produktif di lingkungan lapas. Rabu (6/5/2026). Plh. Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim, M. Ulin Nuha, memimpin penanaman kacang lurik madu di Sarana Asimilasi dan Edukasi Ngajum milik Lapas Kelas I Malang.
Penanaman dilakukan di lahan seluas 5.000 meter persegi dengan total bibit mencapai 200 kilogram. Kegiatan ini melibatkan jajaran petugas pemasyarakatan sebagai bentuk konkret pemanfaatan lahan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dalam kegiatan itu, M. Ulin Nuha didampingi langsung Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, beserta jajaran. Sinergi keduanya terlihat kuat mendorong program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di sektor pertanian.
“Ini wujud nyata komitmen pemasyarakatan dukung ketahanan pangan nasional. Lahan dan sektor peternakan di lapas harus terus ditingkatkan agar beri manfaat berkelanjutan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas,” tegas M. Ulin Nuha.

Ia menekankan, kegiatan pertanian di SAE Ngajum tidak sekadar mengejar hasil produksi. Lebih dari itu, menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan warga binaan agar punya bekal produktif setelah bebas.
Usai menanam kacang, rombongan meninjau kandang ayam petelur yang dikelola Lapas Kelas I Malang. Di lokasi, mereka ikut memanen telur dengan hasil mencapai 150 kilogram per hari.
Capaian itu menunjukkan program peternakan lapas berjalan optimal dan berkontribusi nyata pada pemenuhan kebutuhan pangan. Christo Victor Nixon Toar memastikan pihaknya siap terus kembangkan inovasi ketahanan pangan.
“Kami siap terus kembangkan program ini lewat optimalisasi sumber daya. Pertanian dan peternakan tidak hanya dukung ketersediaan pangan, tapi jadi bagian penting pembinaan kemandirian warga binaan,” ujar Christo.
SAE Ngajum kini jadi contoh pemanfaatan lahan lapas yang produktif. Dari tanam kacang lurik madu hingga panen telur ratusan kilogram per hari, Lapas Malang membuktikan pembinaan bisa sejalan dengan kontribusi pangan nasional. (lil).
