Gagal Penuhi Target, KONI Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi

17 July 2019 - 22:20 WIB
Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono didampingi Waka KONI Kota Malang Husnun N Djuraid dan Humas KONI Kota Malang Nelly.
Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono didampingi Waka KONI Kota Malang Husnun N Djuraid dan Humas KONI Kota Malang Nelly.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Kota Malang gagal memenuhi target di ajang Porprov Jatim 2019. Target KONI mempertahankan posisi runner up. Namun, digeser oleh Kediri dan Sidoarjo sehingga masuk posisi keempat.

Kegagalan tersebut membuat banyak pihak gerah. DPRD Kota Malang dan Wali Kota Malang Sutiaji akan melakukan evaluasi terhadap KONI..

Sedangkan KONI pun juga beejanji akan melakukan evaluasi diri. Janji tersebut disampaikan Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono, Rabu (17/7/2019).

Secara perolehan medali Kota Malang  memang gagal memenuhi target. “Namun secara poin, kita justru lebih baik ketimbang Porprov sebelumnya di Banyuwangi,” kata Eddy Wahyono saat didampingi Waka KONI Kota Malang Husnun N Djuraid dan Humas KONI Kota Malang Nelly.

Dijelaskan Eddy Wahyono bila pada Porprov sebelumnya,  Kota Malang meraih 274 poin. Sedangkan Porprov 2019 kali ini Kota Malang meraih 308 poin.

Meski begitu, kata dia, evaluasi tetap harus dilakukan. “Kami akan minta setiap Cabor untuk memberikan laporan hasil evaluasi. Sehingga bisa diketahui secara pasti penyebab kegagalan Kota Malang mewujudkan target,” kata dia.

Menurut dia, berdasarkan hasil evaluasi sementara kegagalan  tersebut disebabkan banyak faktor. Di antaranya, kata dia, soal pemetaan kekuatan lawan.

Dijelaskan dia bila pemetaan terhadap kekuatan lawan itu kurang dilakukan secara jeli, cermat dan teliti.  Sehingga, strategi yang diterapkan kurang memberikan hasil maksimal.

Di sisi lain, kata dia, aturan pertandingan juga perlu mendapatkan  perhatian. Sehingga tidak merugikan atlet.

Dia contohkan soal marathon sepatu roda. Tiap daerah tidak dibatasi dalam menurunkan atletnya.  Akibatnya atlet susah untuk mengukir prestasi terbaiknya karena terkadang kelompok peserta yang terlalu banyak.

Makanya kata dia, ke depan aturan harus dibenahi. Selain Itu, kata dia, tiap Cabor harus tahu kekuatan lawan. “Itu hanya bisa diketahui jika dilakukan pemetaan kekuatan lawan,” jelas dia.

Disamping itu, tegas dia, tiap Cabor harus melakukan tes baik fisik maupun psikis pada para atlet sebelum masuk Puslatda. Sehingga mental para atlet itu juga tertempa dengan baik dan hasilnya maksimal.

Karena itu, kata dia dalam waktu dekat ini KONI akan melakukan evaluasi bersama seluruh Cabor. “Mereka akan  kami minta membuat paparan penyebab kegagalannya. Setelah itu kami akan melaporkan hasil evaluasi itu ke Pak Wali Kota,” pungkasnya. (lil)