Guru Besar IPSI Kota Malang Dipanggil Allah SWT

11 August 2020 - 15:13 WIB
Guru besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang, Nono Suhertono

MALANG (SurabayaPost.id) – Guru besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang, Nono Suhertono dipanggil Allah SWT, Selasa (11/8/2020). Banyak kalangan yang merasa kehilangan atas kepergian pria kharismatik itu.

Tokoh olahraga yang juga pengusaha atau pebisnis itu wafat di RSSA Malang sekitar pukul 05.55 WIB. Dia terpapar Covid-19 selama hampir dua pekan. Kelahiran Mojokerto 22 Februari 1944 itu dimakamkan di TPU Samaan Kota Malang sekitar pukul 12.30 WIB.

Lelaki yang selalu ramah itu meninggalkan istri Endang Sri Wardianingsih dan empat anak. Masing-masing Dyah Palupi Herdiana, Arya Adhitama, Yoga Adhinata dan Dyah Ayu Prameswari.

Bapak empat anak yang alumni Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang 1964 itu selama ini tidak memiliki riwayat penyakit apa-apa. “Beliau sehat-sehat saja. Sebab selalu jaga kesehatan dan rutin olahraga,” kata putra ketiganya, Yoga Adhinata.

Makanya, kata pengusaha muda energik ini, keluarga sempat kaget ketika ayah yang akrab siapa Papa Nono itu terserang flu, lalu batuk-batuk. Bahkan demam tinggi. Sehingga langsung dibawa ke RS Hermina Malang.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, tim dokter memutuskan Papa Nono harus dirujuk ke RSSA. Sebab, dalam pelayanan medis itu membutuhkan ventilator.

Namun beberapa hari kemudian, Allah SWT memanggil Papa Nono untuk selamanya. Tak hanya keluarga yang merasa kehilangan. Banyak kalangan yang juga merasa sedih.

Maklum, mereka banyak yang merasakan jasa-jasanya. Sebab, Papa Nono terkenal tegas, dan berani serta memiliki dedikasi tinggi dalam mengemban tugas.

Hal itu tak hanya di lingkungan keluarganya. Namun, juga di dunia bisnis dan organisasi yang diteliti.

Beragam organisasi dia tekuni sejak masih mahasiswa. Mulai dari GMNI, penasehat PSHT Malang, Ketua PBSI. Dia juga masuk jajaran Pengurus Gapensi, Kadin Malang, KONI Kota Malang.

Bahkan Papa Nono ini juga merupakan pendiri Granat dan IODI. Dia juga sebagai penggagas Senandung Rindu dan Ketua IPSI Kota Malang sampai akhir hayatnya.

Makanya, wajar bila banyak kalangan merasa kehilangan pada figur Papa Nono. Apalagi, sejak menjalani perawatan intensif tidak boleh dijenguk atau dibesok, sekalipun keluarganya.

Karena itu Yoga Adhinata memintakan maaf buat sang papa atas kekeliruan dan kehilafannya selama ini. Semoga amal ibadah dan kebaikannya diterima Allah SWT. Selamat jalan papa Nono. (aji)